Capres KIB Dipastikan Masih Tunggu Manuver PDIP dan Arahan Presiden Jokowi

Jumat, 03 Februari 2023 – 23:38 WIB
Para ketua umum parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yaitu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah), Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (kiri) dan Plt Ketua Umum PPP Mardiono. Foto: Dok. KIB

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Indonesian Politics Research & Consulting Firman Manan mengatakan Koalisi Indonesia Bersatu belum akan mengumumkan Calon Presiden mereka dalam waktu dekat.

Padahal banyak pihak menunggu langkah politik KIB.

BACA JUGA: Surya Paloh Merasa Makin Dekat dengan KIB

“Kalau konsisten dengan komitmen awalnya, KIB tidak akan buru-buru menetapkan capres,” tegas Firman, Jumat (3/2).

Rencananya, KIB yang terdiri dari partai Golkar, PAN dan PPP akan melakukan pertemuan di akhir minggu ini.

BACA JUGA: Sekber KIB yang Mendeklarasikan Nama Anies, Bukan Bagian dari Koalisi 3 Partai

Dosen Universitas Padjajaran ini mengatakan seperti juga koalisi lainnya, KIB menunggu arahan dari PDIP dan  Presiden Joko Widodo.

“KIB sepertinya tetap menunggu sinyal dari PDIP dan Presiden Jokowi, karena sejauh ini masih bersikap loyal sebagai anggota koalisi pendukung pemerintah. Apalagi untuk capres justru KIB kelihatannya yang paling cair, belum mengerucut ke kandidat tertentu,” ujar Firman.

BACA JUGA: Airlangga Optimistis Golkar Jadi Pemenang Pemilu 2024, Begini Alasannya

Saat ini koalisi Nasdem-Demokrat-PKS bersepakat untuk mengusung Anies Baswedan sebagai Capres.

Kemudian Poros Perubahan yang terdiri dari Gerindra-PKB disebut akan mengumumkan Capres bulan depan.

Menanggapi hal itu, Firman mengatakan semua masih menunggu PDIP bergerak.

“Makanya, keputusan Ibu Mega yang paling ditunggu. Karena akan menentukan manuver dari partai-partai lain dan kemungkinan format koalisi termasuk potensi jumlah paslon yang akan maju di pilpres,” ungkap Firman.

Untuk KIB sendiri, firman menegaskan mereka menunggu sinyal, sikap, dan keputusan politik dari PDIP dan Presiden Jokowi.

Parpol anggota KIB memiliki kandidat masing-masing. Golkar, sesuai Munas mengusung Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai Capres.

PAN dan PPP, meski mendorong Ketum mereka menjadi capres, namun menunjukkan dukungan pada Erick Thohir dan Sandiaga Uno.

Cawapres

Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) Nyarwi Ahmad mengungkapkan Golkar akan mendapati beberapa pilihan dalam Pilpres 2024. Utamanya, seusai Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil/RK) dan mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (Pakde Karwo) bergabung dalam partai berlambang pohon beringin itu.

“Dalam konteks pilpres, saya kira semakin banyak kepentingan, juga akan semakin banyak tantangan bagi Golkar untuk memformulasikan agendanya dalam pilpres," terang pakar pemasaran dan komunikasi politik Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Alternatif pertama, Golkar bisa mengajukan Ketum Airlangga Hartarto sebagai calon presiden dengan segala risiko dan keuntungannya.

“Kira-kira misalnya mencalonkan ketum harga mati, mau tidak mau harus Airlangga," ujarnya.

Golkar juga bisa mencoba alternatif lain dengan mengusung nama baru lewat mekanisme konvensi.

“Ada alternatif lain lewat konvensi. Atau Golkar sedang mencari tokoh lain,” ungkapnya.

Kendati demikian, kata Nyarwi, Golkar tidak punya tradisi untuk kalah total dalam ajang pemilu. Sedangkan dalam pilpres ada dua bursa yakni bursa capres dan bursa cawapres.

Oleh karena itu, terbuka kemungkinan Golkar akan bermain di bursa yang mempunyai peluang menang lebih besar.

“Bisa jadi Golkar ketika gagal bermain di bursa capres, bisa jadi punya banyak stok untuk bermain di cawapres. Itu saya kira peluang-peluang yang bisa dipertimbangkan," pungkas Syarwi Ahmad.(fri/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler