Cara Prancis Membumikan Mobil Listrik, Indonesia Patut Mencontoh

Jumat, 14 Juni 2019 – 23:00 WIB
Aktivitas di pabrik Sandouvile - Renault, Prancis. Foto: Renault Group

jpnn.com - Menteri Transportasi Prancis, Elizabeth Borne punya ambisi kuat untuk mengilangkan polusi udara yang disumbangkan dari kendaraan. Borne menarget, Prancis sudah sepenuhnya bersih dari kendaraan bermesin konvensional pada 2040.

“Kami punya target untuk netralitas karbon pada tahun 2050 dan kami butuh jalur yang kredibel untuk mewujudkannya, yang mencakup pelarangan penjualan kendaraan berbahan bakar fosil pada tahun 2040,” kata Borne, lansir Reuters.

BACA JUGA: Ferland Mendy, dari Kursi Roda Kini jadi Bek Kiri Real Madrid

BACA JUGA: Segera Hadir Mobil Listrik Masa Depan Rasa Jerman dan Inggris

Menegaskan hal itu, Prancis akan membantu para pabrikanya (PSA dan Renault) untuk beralih ke teknologi penggerak listrik, hidrogen, dan bahkan biogas. Kebijakan ini semakin dipertegas sejak era pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.

BACA JUGA: Sedikit Lagi, Prancis dan Jerman Lolos ke 16 Besar Piala Dunia Wanita 2019

Pemerintah Prancis juga akan melengkapi fasilitas umum dengan charging station di area parkir lingkungan perkantoran, perumahan dan apartemen. Mereka yang memiliki dan mengelola fasilitas umum nantinya diperbolehkan untuk mengajukan instalasi charging station.

Kebijakan itu juga akan mengarahkan masyarakat untuk bisa lebih memanfaatkan solusi transportasi baru, termasuk peningkatan jaringan rel kereta, jalur sepeda, e-scooter dan car-sharing.

BACA JUGA: Hasil Pertandingan Kualifikasi Euro 2020 dan Klasemen Sementara

Pemerintah juga berencana akan memberi pilihan ke perusahaan untuk membebaskan pajak atau memberi subsidi 400 Euro ke karyawannya untuk menggunakan transportasi umum.

Negara-negara Eropa memang sudah lebih maju menargetkan udara bersih dari kendaraan berbahan bakar fosil. Paling cepat ialah Norwegia yang memastikan hal ini pada 2025. Lantas bagaimana Indonesia? (mg8/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ribuan Audi E-Tron Kena Recall Karena Masalah Baterai


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler