Cara Unik Atiqah Promosi 'Bulan di Atas Kuburan'

Senin, 06 April 2015 – 05:32 WIB
Penampilan Atiqah Hasiholan dalam dramatic reading di GIK Sabtu (4/4). Dia memerankan Mona di film Bulan di Atas Kuburan. (dok. Image Dynamics)

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah pemain yang terlibat dalam film Bulan di Atas Kuburan menampilkan pertunjukan dramatic reading untuk mengenalkan film yang segera tayang 16 April mendatang itu.

Dramatic reading merupakan salah satu pertunjukan sastra yang pemainnya membacakan naskah cerita dengan vokal atau gerak tubuh yang dramatis.

BACA JUGA: Artis Ganteng Ini Dikerjain di Hari Pertama Ngantor sebagai CPNS?

Nah, dalam promosi film itu, tiga pemainnya, yaitu Atiqah Hasiholan, 33; Ria Irawan, 45; dan aktris senior Mutiara Sani, 66; sukses membawakannya. Mereka menampilkan sejumlah adegan di film karya sutradara Asrul Sani. Film tersebut memang diproduksi ulang dengan pemain dan sutradara baru.

Tiga aktris beda generasi itu sangat apik saat menampilkan dramatic reading di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Grand Indonesia Mal, Jakarta Pusat (Jakpus), Sabtu (4/4). Meski jauh berbeda dengan menonton film di bioskop, penonton yang hadir kemarin berhasil dibuat terpukau.

BACA JUGA: Film Di Balik 98 Belum Rilis Sudah Disomasi

Atiqah, Ria, dan Mutiara Sani berkolaborasi selama 1,5 jam. Karena itu, penonton sudah bisa membayangkan keseluruhan cerita dalam film yang versi terbarunya disutradarai Edo W.F. Sitanggang tersebut.

Atiqah yang dalam film itu beradu peran dengan suaminya, Rio Dewanto, menyatakan bahwa konsep promosi film tersebut belum pernah dipikirkan. ’’Seru karena belum pernah kepikiran cara seperti ini,’’ katanya. Bagi dia yang sudah terbiasa bermain teater, tampil seperti ini tidaklah sulit.

BACA JUGA: Demi Toba Dreams, Haikal Kamil Belajar ke Pendeta

’’Aku sudah biasa ikut teater, tapi yang ini dari film. Kita benar-benar sangat tertarik untuk mengapresiasi karya ini dan menggerakkan hati penonton untuk menyaksikan filmnya,’’ ujar pemain film 3 Nafas Likas tersebut.

Senada dengan Atiqah, Ria Irawan tidak perlu banyak latihan. Sebab, menurut dia, selain sudah terbiasa dengan dunia akting dan teater, dirinya cukup membacakan naskah yang ceritanya sudah hafal di luar kepala. ’’Latihannya nggak lama, cuma tiga hari,’’ tuturnya.

Ria menjelaskan, kisah yang ditonjolkan dalam film itu adalah masalah urbanisasi serta drama percintaan di sela persoalan sosial tersebut. ’’Karena pada 1973 itu era pemerintahan Soeharto, isu yang menonjol adalah urbanisasi. Sekarang isunya tetap urbanisasi, tapi ditambah dengan isu yang kekinian,’’ terangnya.

Versi baru film yang pernah diproduksi pada 1973 tersebut dimainkan aktor dua generasi. Yakni, antara Atiqah dan Mutiara Sani. Mutiara adalah orang yang memerankan karakter Mona dalam film Bulan di Atas Kuburan versi 1973. Di film produksi kedua, karakter Mona diperankan Atiqah. Atiqah adalah keponakannya sendiri.

’’Sekarang saya di sini berperan sebagai ibu seorang lelaki Batak desa yang bermimpi menjadi sukses di kota besar,’’ tutur Mutiara.

Perempuan yang merupakan bude alias tante Atiqah itu memuji keponakannya. Dia bilang, akting Atiqah sebagai Mona lebih baik daripada dirinya. ’’ Sudah pasti lebih baik,’’ tegasnya. (dod/c19/jan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... ToBa Dreams Gaet Pasangan Vino G Bastian-Marsha Timothy


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler