Catat! Papua Butuh Perhatian Kemanusiaan Bukan Infrastruktur

Jumat, 11 Oktober 2019 – 00:57 WIB
Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas. Foto: Dok. JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Masyarakat Papua tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi yang lebih utama adalah perhatian dari sisi kemanusiaan oleh pemerintahan Presiden Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/10).

BACA JUGA: Masuk Istana, Andre Rosiade Sebut Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi Luar Biasa

Menurutnya, masalah Papua bukan pembangunan infrastruktur yang selama ini diidam-idamkan pemerintahan Presiden Jokowi.

"Karena kita bangun infrastruktur di Papua dengan mewah tetapi mobil yang lewat juga hanya satu dua mobil dalam sehari juga mau ngapain, tidak ada arti apa-apa, kita hanya buang-buang anggaran di hutan belantara saja," kata Yan.

BACA JUGA: Pangdam: Proyek Infrastruktur Jalan TMMD Tegal Capai 70 Persen

Yang hari ini masyarakat Papua butuh untuk diselesaikan pemerintahan Presiden Jokowi, menurut Yan, adalah menuntaskan masalah kemanusiaan pelangaran HAM. “Rekonsiliasinya seperti apa, ini yang paling utama," tegas legislator asal Papua itu.

Menurut Yan, kericuhan yang berentet di Papua membuat masyarakat mulai antipati dengan pemerintahan Jokowi. Mengingat, selama kurang lebih 12 kali kunjungan Presiden Jokowi ke Papua hanya bicara infrastruktur dengan mengabaikan masalah kemanusiaan.

BACA JUGA: Yan Mandenas: Usut Tuntas Kasus Rasialis Warga Papua di Surabaya

Untuk itu, Yan menegaskan, yang dibutuhkan Papua sekarang adalah langkah-langkah pemulihan pasca-konflik, kemudian ganti rugi fasilitas masyarakat yang rusak akibat kerusuhan yang terjadi belakangan ini.

“Oleh karena itu harus ada jaminan keamanan yang pasti, baik masyarakat Papua maupun masyarakat non Papua yang hidup di atas tanah Papua. Karena selama ini masyarakat non Papua hidup berdampingan tidak ada masalah, masyarakat Papua hidup dengan damai,” tegasnya.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler