Catatan Profesor tentang Nilai Plus Adian Napitupulu

Sabtu, 06 Juli 2019 – 19:39 WIB
Anggota DPR Fraksi PDIP Adian Napitupulu. Foto: dokumen JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Guru Besar Universitas Trisakti  Prof Dadan Umar Daihani menilai politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu sangat kredibel untuk menjadi menteri pada kabinet Joko Widodo - Ma’ruf Amin. Tenaga profesional di Lemhanas itu mengatakan, Adian bisa mewakili para aktivis 1998 dalam pemerintahan mendatang.

"Intinya, Adian memiliki sosok kepemimpinan yang bagus. Belasan tahun menjadi aktivis membentuk dirinya untuk secara cepat dan berani mengeksekusi keputusan dan lima tahun menjadi anggota DPR mematangkannya secara politik," ujar Dadan saat dihubungi, Sabtu (6/7).

BACA JUGA: Tidak Usah Meminta, PDIP Pasti Dapat Kursi Menteri dari Jokowi

Lebih lanjut Dadan menceritakan keunikan gerakan mahasiswa 1998 dibanding angkatan lain yang pernah mengemuka di Indonesia. Menurutnya, ada kepemimpinan yang kolegial dalam aktivis mahasiswa 1998.

Dadan juga menilai Adian sebagai sosok yang cukup konsisten. Menurutnya, legislator PDIP itu masih bergerak mendorong para aktivis.

BACA JUGA: Tolong Pak Jokowi Pisahkan Jatah Menteri PKB dan NU

BACA JUGA: Beredar Surat Minta Jokowi Angkat Adian Napitupulu jadi Menteri 

“Dia mampu memotivasi kawan-kawannya untuk konsisten dan bergerak. Kemudian teman-teman melihat, oke deh kita dorong Adian jadi lokomotif 98, tetapi tentu saja kepemimpinan tetap kolegial bersama teman-temannya," ucap Dadan. 

BACA JUGA: PKB Incar Kursi Menteri Desa, Ini Alasannya

Selain itu, kata Dadan, kelebihan Adian adalah mampu menyederhanakan narasi politik. Karena itu Adian bisa memberikan penjelasan tentang gejala-gejala politik agar dimengerti banyak orang.

“Kelebihannya, mampu menerjemahkan kerumitan menjadi sebuah narasi sederhana,” ulas Dadan.

Yang juga menjadi nilai plus Adian adalah konsistensinya menyuarakan kepentingan rakyat dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR. Salah satu indikasinya adalah konsistensi Adian sebagai wakil rakyat yang menolak setiap tawaran kunjungan kerja ke luar negeri.

“Mungkin Adian satu satunya dari 560 anggota DPR yang tetap konsisten tidak mengambil kesempatan itu (kunjungan kerja ke luar negeri, red). Sikap Adian itu, menurut saya mewakili pemikiran banyak rakyat Indonesia termasuk saya, yang melihat bahwa sebenarnya kunker itu kan intinya bagaimana memanfaatkan uang rakyat dengan baik dengan memilih urgensi dan prioritas yang bisa di pertanggung jawabkan pada tahun," katanya.

BACA JUGA: Restu Bu Mega Menentukan Nasib Adian Napitupulu

Dadan juga menyebut Adian sebagai figur yang menghargai pertemanan. Sebagai buktinya adalah keputusan Adian menolak tawaran beasiswa sampai S3 dari salah seorang guru besar North Western University pada 2000 lalu.

Alasan Adian saat itu sangat sederhana, yakni tidak mau meninggalkan kawan-kawannya yang masih berjuang di jalanan. "Sedikit orang di dunia ini yang berani menolak kesempatan untuk dirinya," pungkas Dadan Daihani.(gir/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mencari Amnesti, Baiq Nuril Maknun Mengetuk Pintu Istana


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler