CBI Dukung Kolaborasi dalam Sektor Jasa Keuangan Berkelanjutan

Jumat, 08 September 2023 – 13:55 WIB
CBI Dukung Kolaborasi dalam Sektor Jasa Keuangan Berkelanjutan. Foto: OJK

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia-Korea Financial Forum ke-2, mencatat berbagai perkembangan positif dalam upaya memperkuat kolaborasi antara kedua negara di bidang keuangan.

Forum yang digelar pada 4 September 2023, itu diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Council on International Financial Cooperation (CIFC).

BACA JUGA: Gandeng CBI, WOM Finance Tingkatkan Kualitas Manajemen Risiko

Bertema Forging the future of finance: Strengthening Collaboration and Sustainable Finance in Korea and Indonesia, acara tersebut dihadiri pemangku kepentingan dari berbagai industri dan regulator kedua negara.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk selalu belajar dan berbagi mengenai perkembangan terkini dari inisiatif keuangan berkelanjutan.

BACA JUGA: Dukungan CBI Bikin Mitigasi Risiko dan Bisnis Kredit Pintar Makin Berkembang

"Kami mengapresiasi kerja sama dengan FSC, CIFC, serta para pelaku industri jasa keuangan Indonesia dan Korea, yang bertukar pengetahuan serta best practice pengembangan keuangan berkelanjutan di kedua negara," kata Mahendra, dalam keterangannya, Jumat (8/9).

Acara yang dihadiri sekitar 130 partisipan ini membahas keuangan berkelanjutan dalam lanskap keuangan Indonesia dan Korea, dan peran kolaborasi dalam membentuk masa depan sektor jasa keuangan, asuransi, penjaminan, pasar modal, dan infrastruktur keuangan.

BACA JUGA: Berhasil Mengembangkan UMKM di Indonesia, CBI Berbagi Pengalaman dengan NBI Nepal

Mahendra mengungkapkan bahwa penguatan jasa keuangan berkelanjutan berperan sangat penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim global.

Untuk itu, diperlukan kolaborasi tidak hanya dari regulator sektor jasa keuangan melainkan oleh pelaku sektor jasa keuangan di tingkat domestik maupun internasional agar pengembangan keuangan berkelanjutan terukur dan terarah.

"Hal ini menurut saya adalah sesuatu yang harus terus kami sempurnakan dan kami percepat serta sesuaikan sekaligus selaraskan dengan prinsip-prinsip global dan internasional," jelas Mahendra.

Salah satu sorotan utama dalam forum ini adalah partisipasi aktif Credit Bureau Indonesia (CBI), yang diwakili oleh Anton K Adiwibowo, Direktur Bisnis & Layanan.

Anton turut memberikan pandangan sebagai pelaku industri biro kredit dalam mendukung penguatan infrastruktur keuangan di Indonesia, dan bagaimana hal ini berdampak pada perkembangan ekonomi negara.

Pengembangan LPIP (Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan) ke arah biro kredit modern yang disertai peningkatan pengolahan data SLIK dan alternatif didukung oleh kemampuan teknis dan analisis profil risiko yang akurat adalah unsur penting dalam menciptakan solusi dan layanan yang dapat diandalkan oleh lembaga jasa keuangan dalam mendukung inklusi keuangan yang berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Terus berkontribusi dalam mendukung OJK dalam ekosistem keuangan yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia adalah komitmen kami di CBI," tutur Anton.

Indonesia - Korea Financial Forum ke-2 telah membuktikan diri sebagai wadah yang efektif dalam membangun jaringan, mendorong kolaborasi, dan menghasilkan solusi inovatif bagi dalam menjawab tantangan industri keuangan global saat ini. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler