Cemburu, Tega Bacok Sahabat Sendiri Hingga Tewas

Minggu, 14 Oktober 2018 – 11:07 WIB
Penemuan jenazah remaja tanpa identitas. Foto: JPG/Pojokpitu

jpnn.com, PROBOLINGGO - Misteri pelaku pembunuhan terhadap remaja tanpa identitas yang mayatnya dibuang dibawah jembatan Lereng Gunung Bromo, Probolinggo akhirnya terungkap.

Korban diketahui bernama Muhamad Arifin, remaja berusia 16 tahun, warga Desa Sapeh, Kecamatan Lumbang.

BACA JUGA: Ditemukan Jasad Remaja Tewas Tanpa Identitas dan Penuh Luka

Korban tewas dengan luka bacok pada bagian wajah, leher, tangan dan jempol kakinya. Bahkan korban ditemukan mengambang di sungai di bawah jembatan.

Pelakunya adalah Kamaludin (19) dan Nurhadi Mustofa (18) yang merupakan tetangga rumah satu desa, sekaligus sahabat karib korban sendiri yang selama ini selalu bermain bersama. Status kedua tersangka masih ada hubungan keluarga.

BACA JUGA: Pembunuh Anak 5 Tahun di Tapsel Ditangkap, Motifnya Dendam

Tersangka Kamaludin, selaku otak pelaku sekaligus eksekutor pembacokan terpaksa ditembak pada bagian kaki kanannya karena melakukan perlawanan saat penangkapan di rumahnya.

Sungguh miris ternyata motif pembunuhan, hanya karena korban pernah memegang payudara pacar tersangka Kamaludin.

BACA JUGA: Berkelahi dengan Surya, Antung Tiba-Tiba Cabut Parang, Ngeri

Hingga akhirnya muncul niat jahat kedua tersangka membunuhnya dan membonceng korban ke tempat sepi.

"Saat korban buang air kecil di tengah jembatan itulah, tersangka membacokkan clurit ke arah korban hingga 3 kali. Selanjutnya korban dilempar ke bawah jembatan," ujar Kapolres Probolinggo, AKBP Fadly Samad.

Menurut AKBP Fadly, kasus ini terkuak setelah adanya laporan kepala Desa Sapeh, yang kehilangan salah warganya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dari tangan tersangka, polisi menyita sebilah clurit untuk menghabisi korban, ponsel korban, baju tersangka yang berlumuran darah dan sepeda motor pelaku yang digunakan membonceng korban.

Saat ini polisi masih mencari motor korban yang dijual tersangka di wilayah Grati Pasuruan, seharga Rp 1 juta.(yos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ditegur karena Kelamaan di Toilet Umum, eh Malah Ngamuk


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler