Cerita Aji PJ, Pria Penuh Tato yang Akhirnya Sadar Alkohol Itu Haram

Senin, 19 April 2021 – 16:04 WIB
Aji PJ ketika berbagi pengalaman religi dan motivasi kepada orang yang ingin bertobat. Foto: Istimewa - diambil dari Radar Semarang

jpnn.com, SEMARANG - Aji Purwanto Junaidi, biasa disapa Aji PJ kini tergabung ke dalam Komunitas Cah Hijrah Semarang.

Dia sempat merasakan kelamnya hidup. Sepuluh tahun, dari 2009 sampai 2019, Aji lekat dengan alkohol dan narkoba.

BACA JUGA: Tren Riasan Bulan Ramadan Warna Alam dan Natural, Lebaran?

Atas dukungan orang tua, istri dan sahabatnya, pria kelahiran Semarang 8 Juli 1981 itu kini gencar berdakwah.

“Dulu awalnya tobat ya dari kegelisahan hati. Pertama, secara duniawi gaji dan pekerjaan bisa dibilang cukup, kenikmatan dunia ada, tetapi kesannya masih ada yang kurang. Bahkan dunia ini terasa kosong,” kata Aji kepada Radar Semarang.

BACA JUGA: Inilah Dampak Alkohol pada Kesehatan Jantung Anda

Aji mengenang, kali pertama mencoba minuman setan dan narkoba pada 2009 lalu.

Kala itu ia bekerja di tempat hiburan malam terkenal di Semarang, gaji besar ternyata tidak membuatnya bahagia.

BACA JUGA: Keterlaluan, Puluhan Anak Muda Balapan Liar Saat Ramadan, Bawa Sajam Lagi

Semua uang yang ia punya lari ke hal negatif, yakni narkoba dan minuman keras.

“Setiap hari pasti minum. Ya narkoba juga. Dulu pernah jadi konsultan di sebuah spa. Namun, segala materi yang didapat selalu enggak bisa bikin puas. Dulu mungkin jenuh juga selain panggilan hati untuk hijrah,” kenangnya.

Setelah memantapkan diri, Aji mencari pembimbing untuk kehidupan yang lebih baik. Kala itu ia bertemu dengan temannya yang dikenal dengan panggilan Mas Tatang yang lebih dulu hijrah.

Tatang inilah yang memimpin Komunitas Cah Hijrah Semarang. “Dulu saya konsultasi dulu, bagaimana caranya memulai. Akhirnya ya seperti saat ini, kembali ke jalan yang benar,” katanya.

Nasihat dari Mas Tatang yang dijalaninya adalah mencoba memulai salat.

Awalnya Aji ragu, apalagi ia masih bekerja di dunia gemerlap dan masih minum miras.

Meski begitu, ia mencoba mencari lingkungan baru, mulai belajar mengaji, serta bergabung dalam kegiatan keagamaan.

“Kata beliau, yang penting mulai salat. Kalau salatnya tertata, hidupnya akan tertata. Dari situ pun mulai sadar kalau alkohol itu haram. Akhirnya saya keluar dari pekerjaan untuk memulai pekerjaan yang halal,” katanya.

Setelah melakukan apa yang disarankan sahabatnya, pada 2019 lalu Aji bisa lepas dari dunia gemerlap.

Dari salat dan dekat dengan Tuhan pula, Aji bisa lepas dari jeratan narkoba yang sempat membuatnya over dosis (OD) beberapa kali.

Itu semua karena dukungan dan kekuatan doa dari kedua orang tuanya, sahabat, teman hingga para alim ulama.

“Ya bersyukur saja sih bisa lepas semuanya, bisa diberi kesempatan lagi untuk kembali ke jalan yang benar. Restu dan dukungan orang tua sangat besar. Termasuk teman-teman terdekat yang mendukung saya bertobat,” katanya.

Apakah pernah mendapatkan cibiran dari orang lain ketika sudah bertobat?

Aji mengaku hal tersebut masih sering ia rasakan hingga kini. Badannya yang penuh tato selalu menjadi pusat perhatian saat masuk masjid untuk salat.

Sebenarnya godaan terbesar yang ia rasakan adalah munculnya ajakan untuk mencoba dunia gemerlap dari beberapa rekan sejawat maupun rekan bisnis. Pergaulan, kata Aji, memiliki pengaruh besar.

Harus ada sesuatu yang membatasi agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif.

Saat ini, keseharian Aji selain bekerja sebuah event organizer, ia kerap menyibukkan diri dengan anggota Komunitas Cah Hijrah.

Menjadi sukarelawan kemanusiaan dan sosial yang ia anggap sebagai cara menebus dosa masa lalunya dulu.

Selain itu, dia kerap memberikan motivasi kepada orang-orang yang ingin bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

Memberikan pengalaman tentang kesempatan kedua yang ia miliki, serta hal-hal positif lainnya yang berguna bagi sesama.

“Karena nggak semua bisa dapat kesempatan kedua. Kalau sudah punya kesempatan, harus dijaga dan ditingkatkan lebih baik lagi. Yakni, menjauhi narkoba, miras, game online, dan lainnya,” katanya. (den/ida)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Alkohol   Ramadan   hikmah Ramadan   hijrah   Tobat   narkoba  

Terpopuler