Cerita Aneh di Balik Penemuan Kerangka Manusia Duduk di Sofa Rumah Kosong

Jumat, 17 Januari 2020 – 00:39 WIB
Polisi melakukan identifikasi terhadap kerangka yang diduga tulang manusia pada sebuah rumah di Jalan Sukamenak Indah, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Foto: ANTARA/HO-Polsek Margahayu

jpnn.com, BANDUNG - Polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait penemuan kerangka manusia yang terduduk di sofa sebuah rumah kosong di Kompleks Sukamenak Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Selasa (14/1).

Namun anehnya, warga sekitar tidak mencium bau apa pun di sekitar rumah sejak dibeli oleh Johan Rismana pada 2014.

BACA JUGA: Hii, Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tertutup Jas Hujan

"Saya sudah tanya, tetangganya itu bilang tidak pernah ada hal yang mencurigakan. Bahkan tidak mencium bau apa-apa karena di situ ada selokan kurang bersih, ya karena mungkin selokan lebih bau tidak sedap,” kata Kapolsek Margahayu Kompol Agus Wahidin, Rabu (15/1).

Agus belum dapat memastikan sejak kapan kerangka manusia itu. Pasalnya sulit diidentifikasi karena sudah berupa tulang belulang.

BACA JUGA: Kerangka Manusia Berkalung Doraemon di Lembah, Korban Pembunuhan?

"Kami tidak bisa memastikan. Kalau dilihat itu jasadnya sudah habis, enggak ada apa-apanya, tinggal tulang belulang, bagian atas kepala sudah lepas, enggak bisa memastikan jenis kelaminnya apa,” tandas dia.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga menyatakan, Satreskrim Polresta Bandung sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah warga.

"Beberapa hasil olah TKP di antaranya, pintu masuk samping rumah sudah terbuka, selot pintu terkunci namun pintu atas tidak terkunci. Diduga pintu dibuka dengan cara didorong,” ujar Saptono.

"Untuk sementara jenis kelamin belum teridentifikasi karena korban sudah menjadi tengkorak sehingga sulit diidentifikasi,” katanya.

Penemuan kerangka manusia ini pertama kali diketahui oleh Suherman (43). Kerangka itu duduk di sofa dalam rumah, terbungkus jas hujan. (apt/pojokjabar)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler