Cerita di Balik Pesanan 114 Kursi Rotan dari Keluarga Jokowi

Jumat, 03 November 2017 – 11:37 WIB
Perajin rotan di Desa Trangsan, Sukoharjo, sedang menyelesaikan anyaman kursi untuk pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution. Foto: Ryantono P.S/Radar Solo

jpnn.com, SOLO - Para perajin rotan ikut sibuk lantaran dapat pesanan kursi untuk tamu acara mantu Presiden Joko Widodo. Sardjito, perajin rotan asal Desa Trangsan, Sukoharjo, adalah salah seorang pelaku UKM yang mendapat berkah pernikahan putri presiden. Dia mendapat pesanan menganyam kursi tamu VIP dan untuk ijab. Totalnya 114 kursi.

Perinciannya, 102 kursi berwarna medium jati cokelat untuk tamu VIP dan 12 kursi berkelir emas untuk keperluan ijab. Dia mendapat pesanan tersebut sebulan lalu. ”Kami hanya menganyam dan finishing, kursinya sudah disiapkan perajin lain,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (2/11).

BACA JUGA: Ditanya Kasus Novel, Jokowi: Nanti Saya Panggil Kapolri

Kursi yang digarap, lanjut dia, berdesain Eropa dengan sedikit perubahan model. Pihaknya mengaku baru kali ini mendapatkan pesanan untuk pernikahan keluarga presiden. Namun, soal aktivitas menganyam, para perajin rotan Trangsan sudah lama berhubungan dengan Jokowi.

Sebelum menjadi presiden, Jokowi sering menyurvei lokasi di Trangsan. Kala itu Jokowi masih menjadi pengusaha mebel. Namun, sejak menjabat wali kota Solo, Jokowi tak lagi mengurus bisnis mebel.

BACA JUGA: Tol Becakayu, Akan Diteruskan Hingga Bekasi Barat dan Tambun

Menurut Sardjito, pemesanan kursi dilakukan rekan Gibran Rakabuming Raka, putra presiden. Terakhir Gibran datang ke tempat produksinya Senin lalu (30/10). Gibran meninjau progres penggarapan kursi tersebut. ”Mas Gibran datang ke sini. Dia melihat langsung progresnya,” jelasnya.

Sardjito secara pribadi merasa bangga mendapat pesanan untuk acara pernikahan anak presiden.

BACA JUGA: Ruas Tol Becakayu Dipastikan Sudah Lolos Uji Konstruksi

Dia memberikan kemampuan terbaiknya dalam menganyam kursi yang dipesan untuk acara pernikahan Kahiyang dan Bobby karena banyak tamu penting yang bakal datang dan merasakan duduk di kursi anyamannya. Di sisi lain, pihaknya berharap pemesanan produk rotan Trangsan terus meningkat. Terakhir dia menggarap wayang raksasa dari rotan yang dipesan DPRD Sragen. ”Kami bangga Pak Presiden mau pesan ke sini, sebagai bentuk cinta produk lokal,” paparnya.

Jajaran Polda Jawa Tengah juga bersiap menyambut pernikahan Kahiyang-Bobby yang berlangsung 8 November itu. Puluhan motor gede (moge) milik satlantas bakal diturunkan untuk mengawal tamu VIP dan VVIP. Sedikitnya 70 moge jenis Harley-Davidson bakal mengawal tamu dari lokasi penginapan hingga tempat resepsi di Gedung Graha Saba Buana. ”Rencananya kendaraan operasional pengawalan tersebut datang pada Senin depan (6/11),” tambah Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Imam Safii.

Pengawalan tamu undangan akan menggunakan sistem kawal depan belakang. Namun, hal tersebut tidak mutlak alias melihat situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan. ”Nanti juga ada mobil patwal milik kepolisian,” imbuhnya. Terkait parkir kendaraan dinas operasional dari seluruh Polda Jateng, dia akan menggunakan kawasan parkir Stadion Manahan. Tapi, sebagian diletakkan di halaman Mako II Polresta Surakarta. ”Untuk mobilitas, nanti diparkir di Manahan. Tapi, kami juga menyediakan tempat khusus di markas,” katanya.

Sejauh ini segala persiapan sudah dilakukan jajaran kepolisian. Segala jenis rekayasa lalu lintas juga sudah dipersiapkan. ”Kalau dari segi personel, kita sudah siap untuk menyukseskan acara. Nanti dilakukan apel bersama guna melakukan pengecekan kesiapan anggota maupun armada yang akan diterjunkan supaya tidak ada masalah,” ungkapnya.

Sementara itu, jumlah relawan yang akan hadir dalam pernikahan Kahiyang-Bobby diperkirakan bertambah banyak. Saat ini jumlah relawan yang terdaftar 3.500 orang. ”Kemungkinan bertambah lagi. Kami juga terus melakukan persiapan,” kata Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi. Jumlah relawan yang akan menempati Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, diperkirakan mencapai 7.000 orang.

Para relawan tersebut akan datang ke beberapa prosesi pernikahan, antara lain, widodaren. Mereka bakal membuat pagar betis dari kediaman Jokowi hingga lokasi pernikahan di Gedung Graha Saba Buana yang berjarak sekitar 200 meter. ”Para relawan mulai datang Senin, 6 November. Info terakhir, keluarga besan akan datang tanggal 3 (hari ini, Red),” terang Kapolres.

Dalam Operasi Bengawan Candi 2017 yang digelar Polda Jateng untuk pengamanan pernikahan putri presiden, pihaknya membuat tiga pos koordinasi. Termasuk memantau jalur relawan dari Asrama Haji Donohudan serta dari Bandara Adi Soemarmo yang menjadi pintu masuk para tamu undangan serta pejabat negara. ”Poskonya aktif sejak 6 hingga 9 November,” ujar Aries.

Pihaknya juga sudah membuat jalur pergerakan relawan dari Asrama Haji Donohudan menuju ke lokasi pernikahan yang akan diakomodasi dengan 50 unit bus. Nanti tiap 5 bus dikawal petugas patroli. Karena jumlah yang banyak, jalur pergerakan relawan bakal diatur sedemikian rupa, tapi tak akan sampai mengganggu pengendara lainnya. ”Pada intinya, pengamanan jalur tak akan mengganggu aktivitas masyarakat. Jalur tak akan ditutup total,” tandasnya.

Lokasi tempat menginap relawan pun mulai dipersiapkan. Karena daya tampung Asrama Haji Donohudan hanya 2.059 tempat tidur, kasur tambahan dipersiapkan petugas asrama haji yang dibantu personel TNI. Tiga gedung yang akan digunakan untuk menampung relawan adalah Gedung Makkah, Madinah, dan Shafa. (yan/edy/atn/wid/c10/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Setelah Diresmikan, Tarif Tol Becakayu Digratiskan Sampai..


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler