jpnn.com, JAKARTA - Presiden Jokowi mengaku diperingatkan oleh petinggi World Bank (Bank Dunia) dan International Monetary Fund (IMF), agar berhati-hati dalam mengelola perekonomian Indonesia di tengah situasi global yang berat.
"Kemarin, waktu telepon dengan Presiden World Bank, mengatakan 'hati-hati Pak Jokowi, dalam setahun ke depan mengelola moneter fiskal'. Karena bukan sesuatu yang mudah. Ketemu juga dengan direktur pelaksana IMF, hati-hati tidak mudah mengelola gejolak ekonomi negara dalam situasi yang tidak pasti," ungkap Jokowi.
BACA JUGA: Jokowi Sebut Surya Paloh Makin Cerah setelah Bertemu Bos PKS
Hal ini disampaikan Jokowi ketika memberikan sambutan di acara HUT ke-55 Partai Golkar, di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11) malam.
Jokowi juga mengakui tidak mudah mengendalikan ekonomi dalam situasi berat seperti sekarang ini. Menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, dalam situasi sekarang memang perlu hati-hati. Lebih baik bersikap konservatif, prudent, namun tetap bisa mengarungi gelombang ekonomi yang tidak jelas seperti sekarang ini.
BACA JUGA: Bicara soal Jalan Tol Tiongkok, Jokowi: Jangan Ada yang Tepuk Tangan
Sebelumnya, dalam sambutannya itu Jokowi juga memuji sosok Ketum Golkar Airlangga Hartarto yang sekarang menduduki posisi strategis di Kabinet Indonesia Maju.
"Saya yakin Golkar akan semakin matang. Golkar akan terus melejit. Karena ketuanya top. Ya memang top, beliau kan menko. Menko Perekonomian. Jabatan strategis saat ini," sebut Jokowi. (fat/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam