Cerita Rombongan Timnas Indonesia U-19 Saat Karantina Mandiri, Enggak Enak dan Bosan

Sabtu, 16 Januari 2021 – 15:09 WIB
Timnas Indonesia U-19 saat menjalani latihan. Foto:Amjad/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Rombongan Timnas Indonesia U-19 kini sedang menjalani karantina mandiri sepulang menjalani pemusatan latihan dari Spanyol.

Salah satu awak timnas U-19 menceritakan pengalamannya dikarantina yang rasanya tidak nyaman.

BACA JUGA: Timnas Indonesia U-19 Jalani Karantina Mandiri di 2 Hotel Berbeda

Meski hasil swab test di bandara Soekarno-Hatta setiba dari luar negeri hasilnya negatif, mereka tetap harus menjalani karantina selama lima hari.

Jadi harus dilakukan karena menjadi bagian dari protokol saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diterapkan pada 11 sampai 25 Januari nanti.

BACA JUGA: Kolombia Bajak Pelatih Timnas Chile?

"Kalau datangnya pas PPKM ini memang itu aturannya begini, demi keamanan dan keselamatan juga. Kalau yang dulu sepulang dari Kroasia kan tidak, tetapi sekarang timnas U-19 harus ikuti aturan ini," ujar salah satu rombongan Timnas Indonesia U-19 yang tak disebutkan namanya.

Selama karantina mandiri, lanjut dia, aturannya memang cukup ketat di hotel.

BACA JUGA: Tekad 3 Pemain Muda Persija yang Ikut TC Timnas U-19

Tidak boleh ada yang keluar dari kamar, kemudian seluruh aktivitas dipantau lewat CCTV oleh tim Satgas Covid-19 yang memang ditugaskan di hotel-hotel yang ditunjuk menjadi tempat karantina mandiri ini.

Dia bercerita, rasa tidak nyaman dan bosan tentu saja ada. Sebab, semua dilakukan di dalam kamar yang kecil ukurannya.

"Ada beberapa pemain yang membawa Playstation (PS), tetapi ada juga yang tidak. Jadi sehari merasakan karantina mandiri saja itu sudah enggak enak, ini harus lima hari. Enggak bisa dibayangkan kalau 14 hari itu bagaimana, bosannya pasti," ucap dia.

Meski makanan disediakan oleh pihak hotel, Timnas Indonesia U-19 masih memberikan kelonggaran apabila ada yang ingin memesan makanan via ojek online.

"Tetapi makanannya dititipkan di lobi, nanti ada tim dari hotel yang mengantarkan ke kamar," ucap dia.

Untuk itu, pemain yang biasanya latihan bersama, kini hanya bisa latihan sendiri-sendiri di kamar.

Sekadar mengunjungi kamar awak timnas U-19 yang lain juga tidak bisa, karena sampai keluar kamar, pasti akan langsung ditegur.

"Selain dipantau CCTV tim satgasnya, lift di lantai kami mati, jadi ya, kalau mau apa-apa, mau ambil barang dari kamar lain meskipun bersebelahan, ya tetap harus telpon resepsionis, nanti diambilkan dari kamar satu diantar ke kamar yang lain," tandasnya. (dkk/jpnn)


Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler