Cermati Data Harga Emas Hari Ini, Jual atau Beli?

Sabtu, 04 Februari 2023 – 06:27 WIB
Harga emas turun tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) dan memperpanjang kerugian untuk hari ketiga beruntun. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Harga emas turun tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) dan memperpanjang kerugian untuk hari ketiga beruntun.

Penurunan emas terjadi setelah laporan pekerjaan bulanan AS yang lebih kuat dari perkirakan untuk Januari memicu aksi.

BACA JUGA: Harga Emas Pegadaian 3 Februari 2023, Stagnan, Jual Atau Beli?

Para investor pun melakukan ambil untung pada reli panjang logam kuning.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (3/2) bahwa data gaji nonpertanian (NFP) AS meningkat 517 ribu pada Januari, jauh lebih baik dari yang diharapkan 187 ribu. Tingkat pengangguran turun menjadi 3,4 persen, level yang tidak terlihat sejak Mei 1969.

BACA JUGA: Harga Emas Pegadaian 2 Februari 2023, Naik Tajam

"Angka NFP yang mengerikan telah mendatangkan malapetaka pada bullish emas yang sudah menghadapi tekanan selama dua hari terakhir dari prospek ekonomi Fed," kata kepala strategi teknis di SKCharting.com Sunil Kumar Dixit.

Data pekerjaan bulanan yang jauh lebih baik dari perkiraan mendorong indeks USD dan imbal hasil obligasi pemerintah dengan kuat.

BACA JUGA: Harga Emas Pegadaian 1 Februari 2023, Ambyar, Sabar Ya, Bun!

USD melonjak pada Jumat (3/2) setelah data menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS meningkat tajam pada Januari.

Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terangkat 1,16 persen menjadi 102,9340.

Data ekonomi lainnya yang dirilis Jumat (3/2) makin melemahkan emas. Indeks manajer pembelian (PMI) jasa-jasa S&P AS mencapai 46,8 persen pada Januari, naik dari estimasi akhir Desember 44,7 dan tetap di wilayah kontraksi.

Indeks jasa-jasa Institute for Supply Management (ISM) mencapai 55,2 persen pada Januari, naik lebih besar dari yang diperkirakan di atas ambang batas 50 persen yang menandakan pertumbuhan di sektor ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD 54,20 atau 2,81 persen menjadi ditutup pada USD 1.876,60 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi USD 1.932,40 dan terendah USD 1.874,50.

Harga emas berjangka menetap di level terendah dalam lebih dari tiga minggu, turun 2,7 persen untuk minggu ini.

Emas berjangka tergelincir USD 12 atau 0,62 persen menjadi USD 1.930,80 pada Kamis (2/2), setelah melemah USD 2,50 atau 0,13 persen menjadi USD 1.942,80 pada Rabu (1/2).(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler