Chelsea VS Benfica, Berharap Tuah Pelatih

Rabu, 04 April 2012 – 10:27 WIB

LONDON--Prestasi terbaik Chelsea di Liga Champions adalah finalis pada 2008 di Stadion Luzhniki, Moskow. Ketika itu, yang duduk di kursi pelatih adalah Avram Grant yang berstatus sebagai manajer interim alias sementara menggantikan Jose Mourinho.

Lalu, musim berikutnya, Guus Hiddink, yang juga selaku pelatih sementara, menggantikan Luiz Felipe Scolari, menembus semifinal. Sekarang, Roberto Di Matteo berstatus pelatih sementara, akankah dia mampu melampaui Grant atau Hiddink?

Sebelum terlalu jauh mematok ambisi, sebaiknya Di Matteo fokus untuk meloloskan Chelsea ke semifinal. Berbekal kemenangan 1-0 pada first leg perempat final, mereka hanya butuh seri saat menjamu Benfica dini hari nanti (siaran langsung RCTI pukul 02.45 WIB).

"Baru 50 persen pekerjaan kami selesai dan kualifikasi ditentukan dua gol. Kami memiliki posisi yang bagus, tetapi Benfica yang jauh dari kandangnya juga merupakan tim kuat yang sangat mengancam," bilang Di Matteo seperti dikutip Goal.

Hanya, tactician asal Italia itu menyakini Chelsea bisa melangkah jauh. Kini, mereka bukan lagi tim yang labil seperti ketika ditangani Andre Villas Boas. Di tangan Di Matteo, Chelsea mencatat rekor 75 persen kemenangan dari delapan laga di semua ajang.

"Saya pikir, dalam tiga pekan terakhir semangat tempur para pemain sangat luar biasa. Kami telah menunjukkan kemampuan kami dalam beberapa kesempatan. Semua pemain menunjukkan mereka berada pada trek yang benar," kata Di Matteo.

Bahkan, striker Fernando Torres, yang lama mandul, sudah kembali mencetak gol. Pemain timnas Spanyol itu mencetak gol ketika Chelsea menang 4-2 atas Aston Villa (31/3). Di Matteo akan kembali memberinya kesempatan dini hari nanti.

"Striker memang membutuhkan gol, tetapi Fernando terus menunjukkan performa bagusnya, meski tanpa gol. Dia sering memberi assist. Dia juga bekerja keras untuk tim, dia enjoy dengan dirinya. Akhirnya gol datang juga," ucap Di Matteo.

Unggul satu gol, tetapi Chelsea belum boleh merasa tenang. Ketika first leg lalu, secara permainan, Benfica sangat mendominasi. Penguasaan bola lebih baik dan peluang lebih banyak. Makanya, meski ketinggalan satu gol Benfica tetap percaya diri.

"Saya pikir Benfica tim yang lebih baik di pertandingan pertama. Bahkan, media Inggris pun menganggap kemenangan Chelsea 1-0 itu hanyalah keberuntangan. Kami punya peluang di London," koar Jorge Jesus, pelatih Benfica.

Hanya, tantangan mereka berat, Chelsea punya rekor selalu menang ketika bernain di Liga Champions di Stamford Bridge musim ini. Apalagi, Benfica juga tidak bisa memainkan Ezequiel Garay, Jardel, dan Miguel Vitor.

"Pertandingan di Liga Champions selalu membuat kami keringatan. Kami tetap berupaya bermain dengan intensitas tinggi, tetapi faktanya kami tidak punya banyak waktu untuk memperbaiki kondisi fisik. Akibatnya terjadi kejenuhan dan cedera," jelas Jesus.

Terlepas dari beberapa kekurangan, para pemain Benfica tetap percaya diri. "Biarpun Chelsea memiliki keunggulan gol, saya yakinkan bahwa kami masih punya peluang lolos ke semifinal. Kuncinya, unggul lebih dulu," tambah Luisao, bek Benfica, seperti dikutip Reuters.

Menurut dia, kalau Benfica mampu unggul 1-0 lebih dulu, maka situasinya akan imbang dan mereka akan membuat Chelsea gugup. "Kami tidak pantas kalah pada laga pertama dan sekarang akan kami buktikan," ujar bek asal Brazil itu. (ham/diq)


BACA ARTIKEL LAINNYA... Di Matteo, Tetap Waspadai Benfica


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler