China Desak Dunia Adopsi Slogan Partai Komunis tentang Perlindungan Alam

Jumat, 27 Agustus 2021 – 23:29 WIB
Presiden Tiongkok Xi Jinping. Foto: Reuters

jpnn.com, BEIJING - China mendesak seluruh dunia untuk mengakui pentingnya keberagaman hayati dalam kesehatan manusia dan mendukung slogan utama Partai Komunis China tentang perlindungan ekosistem alam.

Hal tersebut tertuang dalam rancangan dokumen deklarasi yang diajukan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa pekan ini.

BACA JUGA: Militer China Mengerahkan Kapal Perusak Rudal Ukuran Besar

China menginginkan “Deklarasi Kunming” untuk disetujui semua pihak menjelang pembicaraan terkait keberagaman hayati “COP 15” yang tertunda.

Pembicaraan itu sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Oktober di kota Kunming, dengan tujuan untuk mengukuhkan perjanjian global baru.

BACA JUGA: Buntut Rencana Pabrik Vaksin dari China, Legislator Kecam Luhut Binsar

Rancangan deklarasi yang dipublikasikan di laman resmi Konvensi Keberagaman Biologis PBB itu mencakup konsep peradaban ekologis.

Termasuk pula formulasi “air jernih dan pegunungan yang subur”, yang pertama digunakan dalam pidato Presiden Xi Jinping pada tahun 2005, dan disebutkan dalam puluhan dokumen kebijakan China dan kampanye propaganda sejak dia menjadi pemimpin pada 2012.

BACA JUGA: Pemikiran Xi Jinping Masuk Kurikulum China, Anak WNI di Sana Wajib Mempelajarinya?

Dokumen itu juga menyerukan agar semua pihak “mengarusutamakan” perlindungan keragaman hayati dalam proses pembuatan keputusan, dan mengakui pentingnya konservasi dalam perlindungan kesehatan manusia - tema yang menonjol di kalangan para petinggi China bersamaan dengan pandemi COVID-19, yang telah disebut berakar dari pada perdagangan satwa liar dan perusakan ekosistem.

China menginginkan komunitas internasional untuk menandatangani deklarasi tersebut pada pembicaraan Kunming yang akan digelar secara virtual pada 11 Oktober, dengan tujuan untuk membangun konsensus di balik perjanjian global yang akan dirampungkan secara langsung pada bulan Mei mendatang.

Pemerintah berbagai negara telah diundang untuk memberikan “pendapat” terkait rancangan tersebut sebelum 6 September, menurut sebuah surat yang dikirimkan ke PBB oleh menteri lingkungan China Huang Runqiu.

“Ambisi akan perlu dibangun dalam satu bulan ke depan,” kata Li Shio, penasihat iklim senior di kelompok lingkungan iklim Greenpeace di Beijing.

“Saat negosiasi teknis terus tenggelam lebih dalam, Deklarasi seharusnya membantu pembentukan konsensus yang tak dapat dilakukan oleh para teknokrat,” tambahnya. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler