China Dipermalukan Lonjakan Kasus COVID-19, Puluhan Pejabat Kena Sanksi

Senin, 27 Desember 2021 – 19:21 WIB
Suasana di sekitar bangunan Bel Tower, tempat bel raksasa (Bel Jingyun) di Xian, Cina, Rabu (26/9/2018). Bel yang menjadi simbol kota Xian ini dibangun pada masa dinasti Ming tahun 1384, berada di bangunan seperti benteng seluas 1.377 m2. Foto: ANTARA FOTO/Hermanus Prihatna/aww

jpnn.com, BEIJING - Saat Beijing semangat gembar-gembor target nol kasus COVID-19, China justru mengalami lonjakan infeksi terparah sepanjang masa pandemi.

Pemerintah pusat menyalahkan sejumlah pejabat Kota Xian, daerah yang jadi episentrum gelombang baru, atas musibah memalukan ini.

BACA JUGA: Pertahanan China Berantakan, COVID-19 Pecahkan Rekor Kasus Baru

Sedikitnya 26 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Xian, Provinsi Shaanxi, China, dikenai sanksi disiplin menyusul terjadinya gelombang kasus baru COVID-19.

Otoritas pengawasan disiplin Partai Komunis China (CPC) Komite Kota Xian juga telah meminta pertanggungjawaban empat pengurus partai terkait upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19, demikian media China, Senin.

BACA JUGA: Sempat Bela Muslim Uighur, Intel Akhirnya Minta Maaf kepada China

Kota di wilayah barat China yang dihuni 13 juta jiwa itu dinyatakan terkunci (lockdown) sejak Kamis (24/12) setelah ditemukan 140 kasus positif COVID-19.

Hingga Minggu (26/12) di China terdapat 162 kasus baru COVID-19, sebanyak 152 kasus di antaranya di Provinsi Shaanxi.

BACA JUGA: 2 Produsen Mobil China Bakal Masuk Pasar Indonesia Tahun Depan

Dengan demikian kasus positif COVID-19 di China secara keseluruhan mencapai 101.277 kasus, termasuk 2.158 orang dirawat di rumah sakit dan 13 di antaranya dalam kondisi parah.

Angka kesembuhan COVID-19 di China sejak 2020 mencapai 94.483 orang dan kematiannya 4.636 orang.

Otoritas kesehatan Kota Xian menyebutkan kasus positif COVID-19 varian Delta tersebut berasal dari penerbangan nomor PK854 dari Islamabad, Pakistan, tujuan Xian pada 4 Desember.

Kluster Xian telah menyebar ke dua kota di Provinsi Shaanxi, Provinsi Guangdong, dan Beijing. (ant/dil/jpnn)

 

Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler