Corona Mengamuk di Malioboro, Banyak Korban, Sudah Ada yang Meninggal

Rabu, 16 September 2020 – 10:34 WIB
Anggota Brimob Polda D.I Yogyakarta menyemprotkan disinfektan di kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Kamis (10/9). Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/nz

jpnn.com, YOGYAKARTA - Kasus positif COVID-19 di kawasan pedagang kaki lima Malioboro Yogyakarta terus berkembang usai tambahan satu pedagang yang terkonfirmasi terpapar virus corona jenis baru itu.

“Totalnya ada sebelas temuan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Malioboro dengan satu pedagang yang meninggal dunia,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Rabu (16/9).

BACA JUGA: Borong Tas di Malioboro, Jokowi Cuma Keluar Duit Rp 120 Ribu

Meskipun demikian, lanjut dia, Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta belum bisa memastikan apakah sebelas kasus terkonfirmasi positif yang ditemukan di pedagang kaki lima (PKL) Malioboro tersebut berasal dari sumber penularan yang sama.

“Saat ini, kami masih lakukan penelusuran dari mana pedagang ini terpapar virus. Apakah dari kasus pertama yang muncul di Malioboro atau dari kasus lain. Kami masih 'tracing' dan telusuri kasusnya,” katanya.

BACA JUGA: Depok Dihantui Corona Klaster Rumah Makan dan Perkantoran

Dari kasus terkonfirmasi positif kemudian dilakukan penelusuran terkait dengan kontak erat setiap pasien.

“Saat ini pun, proses 'tracing' terus dilakukan. Jumlahnya cukup banyak karena 'tracing' kemudian diperluas. Tidak hanya dengan kontak erat tetapi juga pedagang lain secara acak,” katanya.

BACA JUGA: Update Corona: Belum Ada Penurunan

Perluasan penelusuran dengan metode acak tersebut dilakukan untuk memperbanyak sampel uji usap sebagai upaya pencegahan perluasan penularan virus corona di kawasan tersebut.

PKL di Malioboro dan seluruh komunitas di kawasan utama wisata tersebut juga diminta untuk tetap disiplin menjalankan seluruh protokol kesehatan.

“Pedagang dan komunitas juga masih menjalankan Gerakan Selasa Wage, yaitu bersih-bersih area Malioboro,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro mendesak PKL di Malioboro melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan sebagai antisipasi meluasnya penularan virus corona.

“Saya kira perlu ada simulasi protokol kesehatan yang sekaligus menjadi bagian dari edukasi dan terus mengingatkan pedagang dan komunitas untuk menerapkan protokol kesehatan dengan baik,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif mengatakan tetap memantau penerapan protokol kesehatan di tempat khusus parkir (TKP) yang mendukung kawasan wisata.

“Penerapan protokol kesehatan tetap dipantau, terutama saat akhir pekan karena biasanya ada peningkatan kunjungan wisatawan,” katanya.

Hingga Selasa (15/9), jumlah kasus aktif positif COVID-19 di Yogyakarta tercatat 74 kasus, 164 pasien sembuh, 14 meninggal dunia. (antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Malioboro   Corona   Covid-19  

Terpopuler