Cosu Forum.id: Kemenpora di Bawah Dito Ariotedjo Jadi Lembaga Tak Kaku

Sabtu, 12 Oktober 2024 – 16:35 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo menjawab pertanyaan awak media saat diwawancarai di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (7/5/2024). (ANTARA/HO-Humas Kemenpora/Hery)

jpnn.com, JAKARTA - Cosu Forum.id sebuah komunitas costplayer yang dipimpin Ahmad Ridho Baihaqi (Abay) terkejut dengan kinerja dari Menteri Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo.

Dia tidak menyangka Kemenpora dapat memberikan perhatian kepada anak muda di segala aspek.

BACA JUGA: Gerbangtara: Dito Membuat Kemenpora Jadi Ruang Inklusif untuk Pemuda

“Program Kemenpora tuh buat saya terkejut, terkejut karena aku pikir awalnya pasti kaku, tetapi siapa sangka hal yang mengedukasi dijadikan sebagai intinya, dan dibarengi dengan kegiatan have fun yang benar-benar disukai anak muda, lewat sini jadi paham bahwa Kemenpora bener bener mantau anak muda dan paham apa yang diinginkan anak muda,” ucap Abay, Jumat (11/10/2024).

Dia menyampaikan Kemenpora merangkul semua kalangan anak muda dari latar belakang manapun. Kemenpora mendengar pendapat dan memberikan apa yang dibutuhkan oleh pemuda.

BACA JUGA: Menpora Dito Optimistis Timnas Indonesia Meraih Poin Melawan Bahrain

“Dari apa yang saya lihat sejauh ini, Kemenpora sudah melakukannya dengan baik, bahkan sangat baik, Kemenpora benar benar menanyakan apa yang dibutuhkan oleh rekan rekan komunitas dan Kemenpora mensupport hal itu jika memang relevan dengan apa yang dibutuhkan oleh komunitas, sehingga ini juga salah satu alasan program Kemenpora selalu berjalan sesuai selera generasi Z,” ujarnya.

Menurut Abay, sebuah terobosan yang dilakukan oleh Dito adalah merangkul komunitas hobi. Kemenpora memberikan ruang bagi kelompok hobi untuk beraktivitas.

BACA JUGA: Bahrain Vs Indonesia, Menpora Dito Berharap Skuad Garuda Bisa Cetak Sejarah Baru

“Banyak komunitas dengan berbagai hobi di luar sana yang tidak saya ketahui, tetapi sejauh ini kemenpora sudah mencakup cukup banyak, bahkan saat pesta prestasi, di sana ada Komunitas sepeda, komunitas menggambar, komunitas melukis, teather, dance, dan banyak lagi lainnya menurut saya itu keren dapat mencakup komunitas dari berbagai bidang dan hobi,” ujarnya.

Dia berharap Kemenpora lebih merangkul kelompok komunitas lain yang sedang bertumbuh sehingga, mereka tidak merasa diabaikan oleh pemerintah.

“Mungkin Kemenpora bisa lebih lagi mengikut sertakan teman-teman komunitas yang unik-unik lain ke depannya, seperti Polyglot Indonesia, Reenactor Indonesia, Indonesia Graveyard, komunitas Hong dan komunitas kekinian lainnya.(dkk/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler