COVID-19 Bisa Melayang 8 Jam di Ruang Tertutup, Waspadalah!

Sabtu, 11 Juli 2020 – 13:19 WIB
Penularan virus corona. Foto: Pixabay

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Lembaga Biologi Molkuler Eijkman Amin Subandrio meminta masyarakat mewaspadai penularan COVID-19 melalui udara.

Sebab, kata dia, mikrodroplet pembawa virus corona jenis baru itu bisa melayang di udara dalam ruangan tertutup, selama delapan jam.

BACA JUGA: Peringatan dari Dokter Kohar untuk Warga Jatim, Bikin Merinding

"Dia (mikrodroplet pembawa virus) di udara bisa bertahan sampai delapan jam. Kalau droplet, kan, kalau keluar langsung jatuh ke lantai sampai dua meter," ucap Amin saat menjadi pembicara di dalam diskusi virtual dengan tema COVID-19 dan Ketidaknormalan Baru, Sabtu (11/7).

Mengacu temuan itu, dia berharap, masyarakat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan membuat ventilasi yang baik di sebuah ruangan.

BACA JUGA: Hasil Tes Swab 24.659 Warga Surabaya, Ya Ampun, Ngeri

Sirkulasi udara harus tercipta di sebuah ruangan demi mencegah penularan COVID-19.

"Oleh karena itu sebaiknya ada ventilasi. Jadi ada jendela yang dibuka biar ada perputaran udara segar yang masuk. Di rumah sakit ada standarnya, bahwa setiap ruangan itu harus ada perputaran udara sekian persen setiap jam, ada takarannya," ungkap dia.

BACA JUGA: Nikita Mirzani Blak-blakan soal Hubungan dengan Cowok Bule, Katanya Lebih Enak

Sementara itu, Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono menyebut kebijakan isolasi mandiri di dalam rumah perlu dievaluasi seturut temuan WHO atas kemungkinan penularan COVID-19 melalui udara.

"Sebenarnya pihak terkait harus mengevaluasi kembalilah isolasi mandiri di dalam suatu rumah. Di dalam rumah, ya, yang rumah mereka sendiri itu yang tidak memenuhi syarat," kata Pandu.

Dia mengatakan, penularan akan terjadi jika ruang isolasi mandiri di sebuah rumah yang ventilasinya buruk. Kemudian terakumulasi dengan ventilasi buruk di rumah yang dipakai untuk isolasi mandiri.

Dalam kasus itu, pasien positif akan menularkan COVID-19 kepada orang lain yang serumah dengannya.

"Sebenarnya isolasi mandiri dalam keluarga itu ternyata beresiko sekali. Beberapa kasus, satu keluarga terinfeksi semua, ada keluarga dokter juga," terang dia. (mg10/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler