CPNS Datangi Sekda Minta Bantu Diluluskan

Minggu, 03 November 2013 – 10:27 WIB

jpnn.com - Hari ini, ribuan peserta seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan menjalani tes. Berbagai upaya ditempuh untuk bisa lulus menjadi abdi negara. Apa saja itu?

SIRTUPILLAILI, Mataram  

BACA JUGA: Fungsikan Lahan Tidak Terpakai Jadi RTH

SEORANG pegawai honorer kategori dua (K2) berpakaian rapi mendatangi rumah Sekretrais Daerah (Sekda) Kota Mataram HL Makmur Said di kawasan Monjok. Pria itu, nampak gusar namun tetap terlihat senyum. Kedatangannya tidak hanya ingin bersilaturahmi. Dengan gelagat malu-malu ia pun memulai pembicaraan tentang penerimaan CPNS.

Setelah memulai perbincangan cukup lama, ia kemudian mengutarakan niatnya. Setelah lulus menjadi honorer K2, rupanya pria ini belum merasa percaya diri untuk bisa lulus dalam selesksi CPNS tahun ini. Sehingga masih membutuhkan bantuan dari pejabat teras.

BACA JUGA: Selamat Jalan Pak Bupati Endang Sukandar

Bahkan di akhir pertemuan, sejumlah uang dikeluarkannya untuk diberikan kepada sekda sebagai uang pelicin agar bisa dibantu lulus dalam tes. Namun uang tersebut akhirnya dikembalikan lagi. ”Sia-sia. Saya bilang sama dia untuk tidak pakai cara seperti ini lagi. Sudah bukan zamannya,” tandas Makmur Said.

Menjelang tes CPNS, banyak yang kehilangan rasa percaya diri dan mendatangi para pejabat untuk mendapat bantuan. Makmur mengaku tidak hanya dirinya yang didatangi orang-orang seperti itu.  ”Wali kota pun  ada yang mendatangi,” ungkapnya.

BACA JUGA: Gudang Penimbunan Solar Bersubsidi Digerebek Polisi

Namun menurut Makmur, usaha mereka itu sia-sia. Penentuan kelulusan PNS tidak ada di daerah melainkan langsung diputuskan pemerintah pusat. ”Mau bagaimana, semuanya ada di pemerintah pusat,” katanya.

Meski demikian, saat didatangi honorer K2 dirinya tidak pernah menolak. Dia selalu menyambut. Namun, kepada orang yang menemuinya, Makmur menjelaskan bagaimana mekanisme perekrutan saat ini. Namun sebagian besar mereka tidak membutuhkan penjelasakan panjang lebar, yang dibutuhkan hanya kata ”ya” dari pejabat agar mereka merasa bisa lulus.

Menurutnya kebiasaan mendatangi pejabat menjelang tes seperti itu hanya budaya lama yang masih dipertahankan sampai sekarang.  ”Mereka mungkin tidak afdol rasanya ikut tes kalau belum datangi pejabat,” kelakarnya.

Cara-cara lama seperti itu mestinya sudah ditinggalkan, karena sudah bukan eranya lagi. Dalam pelaksanan tes kali ini, peluang untuk melakukan kecurangan dan nepotisme sangat sulit. Apalagi mekanisme tes cukup ketat, mulai dari distribusi soal dan pengawasan dari kepolisian.

Naskah soal mulai diambil pukul 06.00 wita, lalu dibawa ke Ruang Kenari dan diperiksa, disegel, dan beberapa jam kemudian digunakan untuk tes.  ”Untuk melakukan kecurangan sangat sulit, apalagi kunci jawaban, tidak bisa,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, ia berharap para CPNS yang sudah masuk K2 tetap menjalani tes dengan jujur  agar lebih tenang. Tidak mencoba jalan pintas yang justru akan merugikan dirinya sendiri. Berusaha dan terus beroda agar diterima menjadi pegawai negeri. Di Kota Mataram sendiri ada 1.250 honorer K2 yang akan mengikuti tes CPNS hari ini. Semuanya berpeluang untuk lulus.  (*)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 140 Pelajar Diamankan Saat Hendak Tawuran


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler