Daerah Kumuh Terakhir di Ibu Kota Terbakar, Presiden Turun Tangan

Sabtu, 21 Januari 2023 – 01:54 WIB
Sebuah pintu berdiri di antara puing-puing di lokasi kebakaran Desa Guryong, daerah kumuh terakhir di distrik mewah Gangnam, Seoul, Korea Selatan, Jumat (20/1/2023). Sebanyak 40 rumah dilaporkan ludes terbakar dalam peristiwa tersebut. Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/rwa

jpnn.com, SEOUL - Sekitar 500 orang dievakuasi dari rumah mereka pada Jumat akibat kebakaran yang terjadi di Desa Guryong, yakni daerah kumuh terakhir yang tersisa di Seoul, kata otoritas pemadam kebakaran.

Kebakaran terjadi pada pukul 6:28 waktu setempat di distrik keempat desa tersebut, yang terletak di Bangsal Gangnam Seoul, menurut pihak otoritas.

BACA JUGA: China Tolak Terbitkan Visa untuk Warga Korsel, Balas Dendam nih?

Sejauh ini tidak ada laporan korban tewas atau cedera, kata petugas pemadam kebakaran dari Stasiun Pemadam Kebakaran Gangnam Shin Yonh-ho
?????kepada wartawan.

Sekitar 60 rumah diperkirakan telah terbakar.

BACA JUGA: AS, Jepang dan Korsel Rapatkan Barisan untuk Hadapi Korut

Total 170 petugas pemadam kebakaran, 300 pejabat pemerintah dan 260 petugas kepolisian dikerahkan ke lokasi kebakaran, kata Shin.

Saat ini, ada sekitar 666 rumah tangga di desa itu, dan sebagian besar bangunan berupa struktur tambahan yang menggunakan panel kayu lapis vinil.

BACA JUGA: AS dan Korsel Pertimbangkan Libatkan Senjata Nuklir dalam Latihan Gabungan

Presiden Yoon Suk Yeol menyerukan upaya maksimal dalam pengerahan semua petugas pemadam kebakaran dan peralatan yang tersedia untuk memastikan tidak ada korban jiwa, menurut juru bicara kepresidenan Korsel Kim Eun-hye.

Menteri Dalam Negeri Lee Sang-min juga meminta para pejabat untuk mencegah kerusakan sekunder dan melindungi penduduk yang tinggal di area sekitar lokasi kebakaran, kata kementerian tersebut.

Desa itu terletak di bagian selatan Bangsal Gangnam, yang juga menjadi lokasi real estate termahal di negara itu.

Daerah tersebut dibangun pada sekitar tahun 1980 ketika penduduk miskin di sana terpaksa pindah dari rumah mereka saat kota itu melakukan sejumlah proyek pembangunan. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler