Daftar Capres, Jokowi Absen di Acara Peringatan Hakteknas

Sabtu, 11 Agustus 2018 – 00:01 WIB
Menteri Nasir, Presiden ketiga BJ Habibie, dan Gubernur Riau saat membuka secara resmi Hakteknas ke-23. Foto: Humas Kemenristek

jpnn.com, JAKARTA - Puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Haktenas) ke-23 di Riau berlangsung meriah.

Hadir sebagai tamu kehormatan Presiden Republik Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie yang juga dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia.

BACA JUGA: Di Depan Habibie, Gubernur Riau Pamer Keberhasilan

Sedangkan Presiden Joko Widodo absen karena harus mendaftar di KPU sebagai capres di Pilpres 2019.

"Saya sampaikan permintaan maaf bapak presiden tidak bisa hadir di puncak Hakteknas 23. Saya sudah menghubungi beliau 5 Agustus tapi beliau bilang tidak bisa hadir karena puncak acaranya bertepatan dengan pendaftaran capres/cawapres," ungkap Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat membuka puncak Haktenas ke-23 di Pekanbaru, Jumat (10/8).

BACA JUGA: Optimisme Pak JK untuk Duet Jokowi-Maruf

Karena tidak bisa hadir, Jokowi mendelegasikan kepada Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani.

Namun, Puan harus meninjau korban bencana Lombok sehingga diwakilkan kepada Menteri Nasir.

BACA JUGA: Berharap Mahfud, Ernest Agak Kecewa Jokowi Pilih Kiai Maruf

Menteri Nasir mengatakan, kesiapan Indonesia memasuki era industri 4.0 sangat tergantung kepada kemampuan sumber daya manusia dalam menguasai dan memanfaatkan Iptek dan Inovasi.

"Untuk menata proses transformasi struktur ekonomi kita ke arah industri berteknologi tinggi hingga mencapai creative innovation maka kunci utamanya adalah berinovasi," tegas Menteri Nasir.

Dalam kesempatan tersebut Nasir juga menyebutkan bahwa anggaran riset belum berdampak besar untuk kemajuan bangsa.

Pasalnya, setelah dianalisis, anggaran sebesar Rp 24,9 triliun ternyata hanya Rp 10,9 triliun yang menghasilkan riset dan pengembangan.

"Lebih dari setengahnya yakni Rp 14 triliun belum menghasilkan output riset yang maksimal. Itulah sebabnya bapak presiden menekankan bahwa anggaran risetnya tidak boleh lagi diecer," terangnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Gandeng Kiai Maruf, Kader PKB Langsung Sujud Syukur


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler