Daftar Kenaikan Harga Bahan Pokok hingga BBM Jelang Ramadan

Jumat, 01 April 2022 – 20:25 WIB
Memasuki Ramadan tahun ini masyarakat dikejutkan dengan lonjakan harga kebutuhan pokok hingga BBM. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Memasuki Ramadan tahun ini masyarakat dikejutkan dengan lonjakan harga kebutuhan pokok dan energi.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi merangkak naik. Kepala BPS Margo Yuwono menyebut inflasi Maret meningkat sebesar 0,66 persen secara month to month (mtm) dan secara tahunan sebesar 2,64 persen.

BACA JUGA: Pengamanan Ramadan, Irjen Nana Sudjana Terjunkan Personel

Margo menjelaskan inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,47 persen.

Kemudian, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,17 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,41 persen.

BACA JUGA: Bakal Isi Acara Buka Puasa dan Sahur, Wendy Cagur Taruh Foto Ini di Lokasi Syuting

Berikut daftar kenaikan harga kebutuhan pokok awal 2022 hingga menjelang Ramadan:

1. Minyak Goreng

Harga bahan pokok ini membuat resah masyarakat sejak November 2021.

BACA JUGA: Sah! Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 3 April 2022

Margo Yuwono mengatakan jika dilihat trennya sejak Januari 2021, harga minyak goreng tercatat menanjak pada Oktober dan terus mengalami kenaikan, baik pada minyak goreng kemasan maupun curah.

Selain itu, tidak konsisten kebijakan pemerintah dalam mengatur harga minyak goreng menyebabkan HET minyak goreng kemasan dicabut sehingga membuat harganya melonjak drastis.

Merujuk data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga minyak goreng kemasan berada di level Rp 25.700 per kilogram per 1 April 2022 atau naik 0,39 persen.

Kemudian, harga minyak goreng curah terpantau stabil di kisaran Rp 20 ribu per kilogram. Namun, harga itu masih jauh dengah HET yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 14 ribu per kilogram.

2. BBM

PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga BBM per 1 April 2022. Adapun BBM RON 92 Pertamax resmi naik harga menjadi Rp 12.500 per liter.

Kemudian, kenaikan harga Pertamax tertinggi mencapai Rp 13 ribu berlaku untuk Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, dan Batam.

Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan harga Pertamax ini tetap lebih kompetitif di pasar atau dibandingkan harga BBM sejenis dari operator SPBU lainnya.

Pasalnya, krisis geopolitik dan minyak mentah dunia yang terus berkembang hingga saat ini membuat Pertamina mengambil langkah demi menekan beban keuangan.

Penyesuaian harga BBM pun tetap dilakukan dengn mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

3. Daging Sapi, Gula, Cabai Rawit

Menjelang Ramadan daging sapi, gula, hingga cabai mengalami permintaan yang tinggi sehingga menyebabkan lonjakan harga.

Kenaikan harga daging sapi bukan untuk yang pertama kalinya, kenaikan itu pernah terjadi sejak awal 2022 yang menyebabkan pedagang mendesak melakukan aksi mogok jualan.

Berdasarkan infohargapangan.go.id, harga daging sapi dihargai Rp 137.39i per kilogram, kemudian harga gula juga akhir-akhir ini mengalami kenaikan, per hari ini harga gula pasir mencapai Rp 14.414 per kilogram.

Selain itu, cabai rawit juga mengalami kenaikan dipatok Rp 58.6574 per kilogram.

4. LPG Nonsubsidi

Ketegangan geopolitik antara Rusia-Ukraina membuat harga rata-rata minyak mentah dunia mengalami kenaikan mencapai USD 100 per barel pada 24 Februari 2022.

Saat ini harga LPG nonsubsidi sudah mengalami kenaikan harga dari sebelumnya Rp 13.500 per kilogram menjadi Rp 15.500 per kilogram.

Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero) Irto Ginting menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas.

5. Mi Instan

Pemerintah resmi menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) naik dari 10 persen menjadi 11 persen mulai 1 April 2022.

Kenaikan tarif PPN turut berdampak pada sejumlah komoditas, seperti mie instan dan minyak goreng.

Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo menyebutkan bahwa harga mie instant naik sekitar Rp 25 ketika dia beli di swalayan.

"Saya tadi beli mi instan. Ternyata ketika kita cek dalam satu bungkus PPN naik Rp 25, kalau (untuk mi instan) yang dinaikkan. Ini asumsinya naik, saya hitung Rp 25 perak pada 1 April dibanding 31 Maret," kata Yustinus pada konferensi pers secara virtual. (mcr28/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Opick Merasa Jadi Bang Toyib Selama Ramadan, Ini Sebabnya


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler