Daftar Tunggu Haji 10 Tahun

Selasa, 05 Februari 2013 – 08:46 WIB
MATARAM-Animo warga Kota Mataram untuk menunaikan ibadah haji masih tinggi. Itu terlihat dari daftar tunggu yang mencapai sepuluh tahun. Dimana, nomor porsi pendaftar jamaah calon haji (JCH) yang terdata hingga 4 Februari 2013, yakni 15.00081930. Nomor porsi ini akan berangkat pada tahun 2022. Sementara nomor porsi yang akan berangkat ke tanah suci Makkah pada tahun 2013, yakni 15.00037251 hingga 15.00041745.

‘’Mereka yang masuk daftar tunggu, sebagian adalah pelajar yang sudah didaftarkan orang tuanya,’’ kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram H Burhanul Islam, Senin (4/2).

Dikatakan, para orang tua mendaftarkan anak-anaknya yang masih berstatus pelajar agar tidak lama antre menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah.
Ia menyebutkan, estimasi jumlah JCH pada tahun ini sesuai kuota yang diberikan pemerintah pusat, sebanyak 449 dari total kuota se-NTB sebanyak 4.598 orang.
Data pendaftar terus berubah setiap hari karena menggunakan sistem online. Perubahannya juga bukan hitungan hari, tetapi setiap satu jam.

‘’Daftar JCH Kota Mataram yang akan berangkat setiap tahun bisa mengalami perubahan karena adanya penambahan kuota dan adanya calon jamaah haji dari daerah lain yang meninggal dunia,’’ terangnya.

Dikatakan, para JCH dari Kota Mataram yang sudah mendaftarkan diri melalui sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat), sebagian besar berasal dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS), sisanya pegawai swasta. Berbeda dengan di kabupaten/kota lainnya di NTB, seperti Lombok Timur, sebagian besar dari kalangan petani.
‘’Di Kota Mataram, jarang ada petani. Makanya, sebagian besar JCH dari daerah ini dari kalangan PNS,’’ terangnya.

Burhanul mengatakan, para JCH yang akan diberangkatkan tahun ini sudah mulai diberikan pembinaan mengenai manasik haji.Pembinaan dilakukan bekerja sama dengan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Mataram. Ada juga pembinaan yang diberikan Kantor Urusan Agama (KUA) Kantor Kemenag dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Kantor Kemenag Kota Mataram juga tetap memantau kondisi kesehaan para JCH sebelum diberangkatkan. Hal utama yang menjadi pemantauan medis adalah kehamilan. Jika ada JCH yang positif hamil, maka akan ditunda keberangkatannya hingga tahun depan. Hal itu untuk mencegah agar jamaah tidak melahirkan ketika sudah sampai di tanah suci Makkah.

‘’Kalau sampai diberangkatkan, takutnya melahirkan di perjalanan atau di Makkah. Kan tidak bisa jadi haji. Apalagi ketika sudah di asrama terus ketahuan hamil langsung dibatalkan keberangkatannya, kan malu. Itu beban psikologis bagi jamaah yang gagal berangkat,’’ jelasnya. (cr-wal)

BACA ARTIKEL LAINNYA... DPRD Intervensi BKN Lewat Telepon

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler