Dana Desa Ditarget Kurangi 6,56 Persen Penduduk Miskin

Senin, 18 April 2016 – 22:02 WIB
Foto ilustrasi dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar menargetkan dana desa 2016 berkontribusi mengurangi 6,56 persen masyarakat miskin di desa dari total perkiraan jumlah penduduk miskin saat ini yang mencapai 17,77 juta jiwa.

“Dengan dana desa ini, masyarakat miskin di desa diharapkan memperoleh kesempatan bekerja dan memperbaiki kondisi ekonomi. Kami asumsikan tenaga kerja terserap melalui penyaluran dana desa adalah masyarakat miskin, yakni berkisar antara 1,2 juta jiwa,” ujar Marwan, Senin (18/4).

BACA JUGA: Beginilah Cara MPR Sosialisasikan Empat Pilar di Kalangan Mahasiswa

Selain itu, Marwan juga memperkirakan dari total Rp 47 triliun dana desa 2016, sekitar 60 persennya atau Rp 28,14 triliun akan dipergunakan untuk investasi infrastruktur. 

Pembangunan infrastruktur nantinya diyakini mampu menyerap 1,9 juta tenaga kerja dengan jenis pekerjaan selama 3-6 bulan.

BACA JUGA: Direktur yang Satu Ini Kritik Airlangga, tapi Tetap Suka

“Kalau dari aktivitas pengembangan ekonomi di pedesaan, kami asumsikan berimplikasi terhadap penyerapan tenaga kerja sejumlah 457.280 orang yang lebih permanen,” ujarnya.

Karena itu Marwan mengaku akan terus mendorong kelancaran penyaluran dana desa dapat benar-benar terlaksana. Tahun ini menurutnya, dana desa akan disalurkan lewat dua termin. 

BACA JUGA: Sabar Ya! Kada Tiga Daerah Ini Dilantik Setelah…

Tahap pertama telah dimulai sejak Maret lalu, sebanyak 60 persen. Sementara termin kedua Agustus mendatang, pemerintah akan menggelontorkan 40 persen sisanya.

“Tahun lalu (2015), penyaluran dana desa relatif lancar meskipun pada awalnya terkendala karena beberapa peraturan yang dianggap terlalu rumit. Tapi ini akhirnya bisa disederhanakan dengan lahirnya SKB 3 Menteri,” ujar Marwan.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPU: Kami Paling Dirugikan Jika Parpol Bersengketa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler