Dana PON di APBD-P Riau Tunggu Evalusasi Mendagri

Jumat, 27 Juli 2012 – 01:23 WIB

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Riau dan DPRD Riau telah menyerahkan hasil persetujuan bersama atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2012 Riau, kepada Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk segera di evaluasi. Karena di dalamnya terdapat anggaran untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau yang harus segera direalisasikan.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Reydonnyzar Moenek saat dihubungi JPNN menyebutkan pihaknya belum mengetahui rincian anggaran yang mendesak dalam APBD-P Riau 2012 tersebut. Namun saat dikatakan di dalamnya terdapat anggaran untuk pelaksanaan PON, Donny -sapaan akrabnya- berjanji untuk segera menindaklanjutinya.

“Memang sesuai Undang-undang, evalusasi APBD-P yang telah mendapat persetujuan bersama dilakukan terhitung 14 hari sejak diajukan ke Mendagri. Evaluasi itu guna mendapatkan catatan-catatan yang perlu diverifikasi,” kata Donny.

Namun apakah ada prioritas untuk menggesa evalusasi tersebut, sehingga tidak harus menunggu waktu 14 hari. Mengingat anggaran PON harus segera digunakan karena waktu yang dimiliki semakin sempit. Donny mengatakan masih akan mempelajarinya dan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Keuangan Daerah.

“Saya belum dapat konfirmasinya. Materinya apa, termasuk soal prioritas untuk PON. Nanti saya koordinasikan dulu,” kata Donny.

Ketua DPRD Riau, Johar Firdaus saat dihubungi Riau Pos mengaku sudah menyerahkan hasil pembahasan APBD-P Riau tahun 2012, yang juga memuat anggaran PON ke Kementrian Dalam Negeri.

“Iya, kita mengantarkan hasil pembahasan APBD-P ke Kemendagri. Kita juga menyampaikan soal anggaran PON dan nanti akan ada pembahasan lanjutan dengan Kemendagri,” kata Johar Firdaus yang juga mendesak agar Kemendagri memprioritaskan evaluasi APBD-P Riau 2012.

Seperti diketahui, sebagai tuan rumah PON XVIII Riau 2012, Riau masih membutuhkan anggaran penyelenggaraan keseluruhan sebesar Rp449 miliar. Harapan satu-satunya dari anggaran tersebut adalah dari APBD Perubahan 2012 ini. Apalagi bantuan Pusat melalui Kementrian Pemuda dan Olahraga sebesar Rp100 miliar belum ada kejelasan.

Informasi yang ada, kebutuhan anggaran PON sekitar Rp449 miliar diperlukan untuk konsumsi dan akomodasi sebesar Rp100 miliar. Sarana Prasarana Rp240 miliar. Serta biaya penyelenggaraan secara keseluruhan PON sebesar Rp109 miliar.

Bahkan demi penyelenggaraan PON, Ketua I PB PON, Emrizal Pakis beberapa waktu lalu menyebutkan kebutuhan di bidang Sarana Prasarana PON sebesar Rp240 miliar. Sebesar Rp164 miliarnya adalah hutang kepada kontraktor di Stadion Utama agar pembangunannya bisa dirampungkan.

"Kebutuhan penambahan sebesar Rp76 miliar merupakan anggaran untuk menyelesaikan seluruh sarana prasarana venues di luar Stadion Utama, seperti 15 venues yang dibangun dibawah pengawasan Dispora Riau, semuanya tentu diharapkan dari APBD-P. Karena utang di Stadion Utama itu sebesar Rp164 miliar lagi," paparnya. (fat/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Tempe Ikutan Langka di Sumsel


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler