JPNN.com

Danone Menjalin Kemitraan Strategis dengan PBNU

Minggu, 23 Maret 2025 – 00:48 WIB
Danone Menjalin Kemitraan Strategis dengan PBNU - JPNN.com
Danone memperluas kerja sama dengan PBNU di bidang kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi melalui program Indonesia - MENA (Middle East and North Africa) Expert Exchange Program yang bertujuan mempromosikan pemahaman bersama, meningkatkan keterampilan kepemimpinan, dan membangun kemitraan berkelanjutan antara pemimpin muda Indonesia dan negara-negara Timur Tengah. Foto: Danone

jpnn.com, JAKARTA - Danone melakukan pengembangan kerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi untuk mendorong inovasi, daya saing global, serta upaya keberlanjutan lingkungan melalui Program Indonesia - MENA (Middle East and North Africa) Expert Exchange.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh President of Asia, Middle East, and Africa (AMEA) Danone Christian Stammkoetter dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

BACA JUGA: Danone Indonesia Berkomitmen Sajikan Produk Halal & Tayib untuk Indonesia Lebih Sehat

Selain itu, kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni, Ketua PBNU Alissa Wahid serta jajaran pimpinan Danone Indonesia, serta para pimpinan Danone Indonesia, President Director Danone Indonesia Laurent Boissier dan VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto di Kantor PBNU, Kramat, Jakarta.

Berangkat dari kesamaan visi, Danone menjalin kemitraan strategis dengan PBNU untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan pengembangan sumber daya manusia dalam kesehatan dan kesejahteraan ekonomi.

BACA JUGA: Danone Indonesia Raih Gartner Power of the Profession - Supply Chain Awards

Investasi ini sejalan dengan komitmen global Danone untuk memberikan dampak positif pada kesehatan, ekonomi, dan keberlanjutan melalui brand-brand lokal di berbagai negara.

"Alhamdulillah, PBNU telah melakukan penandatanganan MoU dengan Danone. NU memiliki jangkauan yang luas di tengah masyarakat Indonesia. Sehingga, NU memiliki instrumen, kapasitas untuk menciptakan impact, dampak yang luas di tengah-tengah masyarakat. Kapasitas inilah yang ditawarkan oleh NU kepada pihak manapun yang ingin bekerja sama dengan NU, baik pemerintah, maupun non pemerintah, kalangan bisnis maupun NGO lain dalam berbagai program," kata KH Yahya Cholil atau Gus Yahya.

BACA JUGA: Danone Indonesia dan MPKU Muhammadiyah Gelar Edukasi Akbar Sekolah Sehat

Dia mengatakan pihaknya menyambut Danone dengan tangan terbuka dengan berbagai macam agendanya, khususnya dalam sertifikasi halal.

"Kami punya instrumennya, serta berbagai macam program ekonomi dan kesejahteraan sosial yang lain yang dikembangkan oleh Danone. Instrumen NU sangat siap untuk menyambut itu semua dengan operasionalisasi yang terkonsolidasi,” kata Gus Yahya.

Sementara itu, President Asia, Middle East, and Africa (AMEA) Danone Christian Stammkoetter menyatakan mengucapkan terima kasih banyak atas sambutan dari PBNU.

"Kami bangga dan merasa terhormat dapat mengembangkan kerja sama dengan PBNU di bidang Kesehatan, Pendidikan, Sosial dan Ekonomi melalui program Indonesia - MENA Expert Program. Kemitraan ini merupakan langkah penting dalam upaya kami untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kami yakin bisa bergerak bersama untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan Indonesia," kata dia.

Program Indonesia-MENA Expert Exchange adalah program pertukaran global dua arah yang dirancang untuk mempromosikan pemahaman bersama, meningkatkan keterampilan kepemimpinan dan profesional, serta membangun kemitraan yang berkelanjutan antara para pemimpin muda dari Indonesia dan negara-negara Timur Tengah seperti Mesir dan Turki.

Program di Indonesia difokuskan untuk memperkuat inisiatif kesehatan Danone Indonesia terkait dengan penanganan IDA (Iron Deficiency Anemia) dan Stunting.

Di Turki, program ini fokus pada berbagai praktik terbaik dan pengetahuan dengan Danone Turki terkait Sertifikasi Halal, sementara di Mesir, program ini mencakup kunjungan ke Danone Mesir untuk berbagi pengetahuan tentang Pertanian Regeneratif yang didukung oleh Danone Ecosysteme.

Inisiatif strategis ini sejalan dengan prinsip dasar Danone dalam berkolaborasi dan mendukung berbagai pihak untuk kebaikan bersama.

“Dalam menjalankan komitmennya untuk terus menyebarkan kebaikan bagi masyarakat Indonesia, Danone senantiasa membuka diri untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Kami menyadari bahwa kesehatan yang baik akan mendukung produktivitas, sumber daya manusia yang unggul akan mendorong inovasi, dan keberlanjutan lingkungan akan memastikan kesejahteraan bagi generasi mendatang. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan pengembangan kerja sama antara PBNU dan Danone. Bersama, kita mendorong pembangunan ekonomi dan sosial,” kata Christian.

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia berpotensi menjadi negara maju.

Potensi ini didukung oleh tingginya jumlah penduduk usia produktif, yang mencapai hampir 70% dari total populasi pada 2020, serta kekayaan alam yang melimpah, termasuk hasil pertanian, energi, dan sumber daya mineral.

Meski demikian, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan di bidang kesehatan, pengembangan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.

Oleh karenanya, diperlukan kolaborasi strategis lintas sektor mulai dari pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat untuk mendukung pertumbuhan Indonesia secara optimal. (rhs/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sampaikan Belasungkawa, Danone Pantau Perkembangan Kecelakaan di GT Tol Ciawi


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler