Dari Keisengan Masa Pandemi, Pasutri di Palembang Sukses Bisnis Hidroponik

Sabtu, 19 Agustus 2023 – 23:55 WIB
Usaha Hidroponik Lia dan suami. Foto: Dokumen pribadi JL Farm for JPNN.

jpnn.com, PALEMBANG - Pandemi Covid-19 yang terjadi pada 2 tahun silam merubah tatanan hidup masyarakat, pemerintah bahkan sempat menerapkan work from home (WFH) bagi para karyawan.

Tak hanya itu, pemerintah juga melarang masyarakat bepergian di luar rumah jika tidak berkepentingan.

BACA JUGA: Ganjar Milenial Beri Pelatihan Penanaman Hidroponik kepada Pemuda di Kalbar

Berangkat dari hal tersebut, pasangan suami istri (Pasutri) Junaidi dan Afifah Marlia Putri memulai belajar menanam sayuran lewat media tanam hidroponik.

Lia dan Junai memulai tanaman hidroponik pada Tahun 2020.

BACA JUGA: Koperasi Hidroponik Bank DKI Raih Predikat Best CSR 2023

"Awal buat hidroponik dari instalasi kecil di Muara Enim," ujar Lia saat ditemui di rumahnya di Jalan Taqwa Mata Merah, Lorong Madya III, Kecamatan Kalidoni Palembang, Sabtu (19/8).

Ketertarikannya menanam hidroponik semakin besar, Lia dan suami pun mempromosikan sayuran hasil panen lewat aplikasi WhatsApp.

BACA JUGA: Manfaatkan KUR, Petani Muda Ngawi Kembangkan Pertanian Hidroponik

"Dari postingan itulah banyak teman-teman yang tanya sayurnya dijual atau tidak, teman-teman menyarankan kenapa tidak buat di Palembang juga hidroponiknya," ungkap Lia.

"Dari sana kami termotivasi untuk membangun instalasi hidroponik di Palembang dengan nama JL Farm," sambung Lia.

Awal mula Lia dan suami membangun hidroponik dengan instalasi yang kecil, seiring berjalannya waktu, bisnis pasangan sejoli itu pun kian membesar.

"Usaha hidroponik ini kami besarkan, menyisihkan dari keuntungan penjualan sayur dan gaji suami," kata Lia.

Adapun untuk jenis sayuran, Lia dan suami awalnya hanya menanam selada dan sawi pak coi.

Namun, sekarang sayurannya sudah bervariatif, ada kale, kailan, caisim, kangkung, timun, bayam Brazil dan selada merah.

"Untuk harga variatif yah, sawi pak coi kami jual seharga Rp 30 ribu per kilogram, sedangkan selada Rp 35 ribu per kilogram, dan untuk jenis sayuran lain kami jual per pack, satu pack sayuran rata-rata dijual Rp 5 ribu hingga 10 ribu per pack," terang Lia.

Agar pembeli tidak bosan, setiap hari Lia dan suami mengganti jenis tanaman.

"Kami tanamnya gantian, kalau misalnya habis panen kangkung maka diganti tanaman lain seperti selada, selada romaine, makanya setiap hari restok sayuran kami itu berbeda-beda," tutur Lia.

Dalam satu hari, sayuran hidroponik Lia dan suami bisa terjual hingga 50 pack.

"Kalau lagi rame itu sayurnya bisa terjual hingga 50 pack, apalagi kalau dari toko, satu kali pesan itu pak coi 20, bayam Brazil 12 pack dan aneka jenis sayuran lainnya," jelas Lia.

Adapun untuk penjualan, lanjut Lia, sejauh ini hanya sebatas di Palembang.

"Sejauh ini penjualan masih di Palembang, harapannya ke depan bisa terjual hingga ke luar kota," harap Lia.

Bagi Anda yang ingin membeli sayuran hidropnik JL Farm bisa datang langsung ke Jalan Taqwa Mata Merah, Lorong Madya III, Kecamatan Kalidoni Palembang.

Bagi Anda yang malas keluar rumah, bisa pesan melalui Instagram @jlfarm_hidroponik, atau bisa kontak ke nomor WhatsApp 0897-8538-814. (mcr35/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Cuci Hati

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler