Dari Kenangan Alessandra di Miss Asia Pacific World 2011

Selasa, 25 Oktober 2011 – 09:33 WIB
Puteri Indonesia Runner Up 2 Alessandra Usman menunjukkan Piala Best Style Dress Miss Asia Pasific World 2011 dan Runner Up 3 di Mustika Ratu, Jakarta, Senin (24/10). FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

JAKARTA - Putri Indonesia Pariwisata 2010 Alessandra Khadijah Usman, 22, kemarin (24/10) mengabarkan kemenangannya di ajang Miss Asia Pacific World 2011 yang berlangsung di Busan, Korea Selatan, pada 15 Oktober laluDalam ajang yang baru kali pertama diikuti oleh Indonesia itu, Sandra, sapaan Alessandra Khadijah Usman, berhasil menyabet dua gelar sekaligus

BACA JUGA: Semangat Dukung Indonesia

Yakni, 3rd runner-up dan best style awards


Bertempat di Wedang Cafe, Graha Mustika Ratu, Pancoran, Jakarta, Sandra bercerita tentang pengalamannya selama dua minggu mengikuti ajang yang diikuti oleh 60 negara itu

BACA JUGA: Maia Ingin Punya Album Rohani

Juga, dua piala kemenangan diletakkan di depannya
"Alhamdulillah

BACA JUGA: Andi Soraya Nikah Lagi Setelah Lebaran Haji

Saya bisa membawa sesuatu untuk IndonesiaSetelah semua pembekalan dan dukungan yang diberikan oleh semuanya, akhirnya saya pulang ke Indonesia tidak dengan tangan kosong," katanya, gembira

Untuk kategori best style awards, putri pasangan Mohamad El Idris dan Lunggi Wiode itu menceritakan bahwa penilaian tidak hanya berdasar penampilan saat malam finalTetapi juga, penampilan sehari-hari ketika menjalani karantina"Saya memang berusaha selalu menyertakan apa pun yang berbau IndonesiaKalaupun hanya mengenakan T-shirt, saya padu dengan syal batikBanyak teman di sana yang kemudian bertanyaOh, ini ya yang namanya batik, kata mereka," cerita anak kedua di antara empat bersaudara tersebut.

Untuk national costume, dia mengenakan busana yang dibuat khusus oleh tim Solo Batik Carnival dengan tema Eksotika BaliSementara itu, untuk gaun malam, dia membawa beberapa rancangan desainer lokalSaat malam final yang dihelat di Busan Yachting Center, ternyata cuaca sedang dinginSuhu mencapai 2 derajat dan angin cukup kencang

"Tempatnya kan outdoor, dekat pantai pulaItu, yang nonton sudah pakai jaket dobel-dobelSementara kami harus menggunakan gaun malamItu dinginnya minta ampunTapi, harus tetap tampil cantikSaya sekuat tenaga menahan dingin," ceritanya.

Tidak lucu, kalau di panggung, badan menggigil dan bibir gemetar karena kedinginanDia lantas memanfaatkan embusan angin malam untuk melambaikan bagian bawah bajunya"Jadi, pada gaun malam itu kan ada bagian yang panjangItu saya pegangin supaya kena anginJadi, kan efeknya bagus," ucapnya, lantas tersenyum.

Kemenangan tersebut tentu saja menjadi hal membahagiakan untuk dia dan keluargaSebelum pergi ke Korea, dia mendapat banyak cobaan keluargaAyahnya dipenjara karena kasus suap wisma atlet SEA Games dan adiknya, Salman Usman, meninggal"Piala itu saya persembahkan untuk mereka," ucapnya.

Namun sayang, satu piala Sandra tertukar dengan teman sekamarnya dari India, Tanvi SinglaSingla mendapat peringkat V atau 4th runner-upPiala itulah yang dibawa oleh Sandra, juga sebaliknya"KetukarItu gara-gara buru-buru kami harus check outSementara malamnya, piala-piala kami tersebut ditaruh di meja, berjajar, soalnya difoto-fotoEh, ternyata keliru ambilTapi, saya sudah kontak dengan TanviNanti mau ditukarMungkin saling kirim, ya," lanjutnya(jan/c11/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengiring Pengantin Jadi Rebutan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler