Dari Malaysia, Warga Maluku Diduga Kena Virus Corona

Kamis, 13 Februari 2020 – 07:59 WIB
BN dikarantina di ruang VIP RSUD Magretti karena diduga terinfeksi virus corona setelah pulang dari Malaysia. Foto: ANTARA/Simon Lolonlun

jpnn.com, MALUKU - Tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. PP. Magretti, Maluku sedang mengobservasi BN (19), warga Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang diduga terinfeksi virus corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dr. Edwin Tomasoa menjelaskan, pasien dilaporkan mengeluh karena batuk, mengalami sakit tulang belakang dan sesak napas.

BACA JUGA: Kemkominfo Identifikasi Berita Hoaks Virus Corona Terus Bertambah

BN adalah WNI yang baru saja kembali dari Malaysia melalui Medan pada tanggal 7 Februari 2020.

"Atas laporan ini, tim kami langsung diterjunkan ke rumahnya di Sifnana dan membawa dia ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur penanganannya," kata Tomasoa, seperti dikutip dasri Antara, Kamis (13/2).

BACA JUGA: Dilarang Gelar Pesta Gegara Virus Corona, Pria Tiongkok Ancam Meledakkan Diri

Dalam penanganan awal, tim medis telah mengambil spesimen awal seperti usapan dari kerongkongan atau lendir yang akan dikirim ke Surabaya untuk diteliti.

Selama menanti hasil penelitian tim dokter di Surabaya, pasien masih akan diobservasi di ruangan isolasi VIP RSUD Magretti selama 14 hari dan akan dipulangkan jika hasilnya membuktikan bahwa BN tidak terinfeksi virus Corona.

BACA JUGA: Virus Corona Berpotensi Ganggu Pameran IIMS 2020

Keterangan yang diperoleh oleh tim Dinkes dari BN menyebutkan bahwa saat di Malaysia, ada temannya di asrama yang terinfeksi virus Corona dan dirinya sempat dikarantina bersama rekan-rekannya untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan. Setelah dinyatakan bebas virus, dirinya dipulangkan ke Indonesia melalui Medan.

Setelah pemeriksaan dilakukan, pihak RSUD memberikan keterangan pers kepada wartawan yang hadir.

"Hasil pemeriksaan fisik oleh dr. Novita Tilukay menyebutkan bahwa pasien masih dalam batas normal dan belum ada indikasi lain. Dokter melanjutkan dengan pemeriksaan sputum atau pemeriksaan dahak" kata Direktur RSUD, dr. Fulfully Ch. Nuniary.

Fulfully memastikan bahwa keluhan sesak napas yang dilaporkan awal tidak terbukti karena setelah pemeriksaan, dokter memastikan bahwa BN tidak mengalami sesak napas. BN diajak untuk menceritakan riwayat sakitnya, di mana yang paling dikeluhkan adalah sakit tulang belakang.

"Besok kami akan minta alat dari Ambon untuk pengiriman Sputum ke Surabaya. Kami akan menunggu hasil laboratorium. Jika dalam pemeriksaan laboratorium ditemukan virus Corona baru pasien bisa dinyatakan positif terjangkit virus Corona" bebernya.

Fulfully menambahkan, saat ini pihaknya masih mencurigai pasien dengan keadaan yang mengeluh sesak napas. Hal ini patut dicurigai karena ada korelasinya dengan kasus Corona. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler