Dari Sturridge hingga Pato, Inilah 4 Pesepak Bola Top yang Hancur Karena Cedera

Senin, 29 November 2021 – 18:24 WIB
Daniel Sturridge saat berseragam Liverpool. Reuters / Phil Noble

jpnn.com, JAKARTA - Dewasa ini banyak pesepak bola top yang kehilangan tajinya setelah mengalami cedera.

Cedera merupakan momok bagi seorang atlet. Namun, cedera juga tidak bisa dihindarkan dalam sebuah olahraga.

BACA JUGA: 5 Fakta Mengerikan saat Liverpool Bantai Arsenal, Mohamed Salah Masuk Buku Sejarah

Sejumlah nama tenar harus layu sebelum sepenuhnya berkembang menjadi pemain top.

Melihat fakta tersebut, Jpnn.com telah menghimpun empat pesepak bola top yang hancur setelah didera cedera. Simak selengkapnya di bawah ini.

BACA JUGA: Dari Laga Melawan Chelsea, Catatan Kelam Manchester United Terkuak, Simak!

1. Alexandre Pato

Di awal karirenya bersama AC Milan, Pato dijuluki sebagai anak ajaib. Dia dianggap selevel dengan sejumlah bintang di eranya, seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

BACA JUGA: Real Madrid Gasak Sevilla, Karim Benzema dan Vinicius Masuk Buku Rekor

Namanya, bahkan melejit begitu cepat kala itu. Hampir semua pencinta sepak bola mungkin ingat momen ketika Pato mencetak gol tercepat kelima di Liga Champions ketika Milan jumpa Barcelona pada 2011 silam.

Pemain asal Brasil itu mengoyak jala Barca ketika laga baru berjalan 24 detik. Namun, sinar Pato kemudian meredup ketika dia mulai dihantui cedera. Milan akhirnya melego Pato ke Corinthians pada 2013.

Setelah itu, nama Pato benar-benar tenggelam dan terus bergonta-ganti klub, seperti Sao Paolo, Chelsea, Villarreal, Tianjin Tianhai, dan kini berseragam Orlando City.

2. Jack Wilshere

Wilshere muda adalah pemain yang sangat menjanjikan. Dia menjalani debut bersama tim senior Arsenal di usia 16 tahun. Wilshere pun menjadi debutan termuda untuk The Gunners.

Namun, tepat ketika Wilshere sedang dalam puncak kariernya, cedera mulai mengganggu pemain berusia 29 tahun itu. Pada  2011, Wilshere mengalami cedera patah tulang pergelangan kaki dalam laga pramusim bersama Arsenal.

Dia baru merumput setelah 10 bulan menjalani pemulihan. Akan tetapi, penampilannya jauh menurun. Arsenal akhirnya melego Wilshere pada 2018 ke West Ham United.

Bersama The Hammers, karier Wilshere semakin tenggelam hingga dia kembali dilepas ke Bournemouth setelah hanya memainkan 16 laga selama dua musim di West Ham.

Kini, Wilshere masih berstatus pengangguran dan sempat mengutarakan niatnya untuk pensiun dini.

3. Mario Gotze

Gotze akan selalu dikenang sebagai pahlawan timnas Jerman ketika menjuarai Piala Dunia 2014. Gol pemain 29 tahun itu ke gawang Argentina di babak extra time memastikan Jerman merengkuh gelar Piala Dunia ke-4 mereka.

Dia juga merupakan bagian dari generasi emas Borussia Dortmund yang menjalin kemitraan luar biasa dengan Marco Reus sebelum akhirnya membelot ke Bayern Munchen pada 2013.

Gotze pulang ke Dortmund pada 2016 setelah didiagnosis mengalami penyakit miopati, di mana serat otot berfungsi tidak semestinya.

Sejak saat itulah performa Gotze terjun bebas hingga akhirnya kini terdampar di klub Belanda, PSV Eindhoven.

4. Daniel Sturridge

Sturridge pernah menjadi salah satu striker paling menakutkan di Eropa. Kariernya mulai menanjak ketika membela Liverpool. 

Pemain 32 tahun ini bergabung dengan The Reds pada 2012 dan membentuk duet mematikan bersama Luis Suarez. Sayangnya, performa Sturridge menurun setahun berikutnya akibat cedera.

Dia melewatkan banyak laga dan hanya memainkan 18 pertandingan di musim 2013. Hal itu membuatnya mulai kehilangan tempat di starting line up Liverpool dan akhirnya meninggalkan The Reds pada 2019 lalu. Sejak saat itu, namanya bak hilang ditelan bumi.(mcr15/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dhiya Muhammad El-Labib

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler