Daur Ulang, Jurus Baru Industri Film Indonesia

Jumat, 13 Oktober 2017 – 17:48 WIB
Foto: Jawapos.com

jpnn.com - Dua tahun terakhir bermunculan film Indonesia yang merupakan daur ulang dari film sebelumnya. Ada yang remake ada juga reboot.

Kedua istilah dalam industri film ini nyaris sama, namun memiliki sejumlah perbedaan. Istilah remake digunakan untuk film yang dibuat ulang tanpa mengubah alur cerita maupun karakter.

BACA JUGA: Ending Bikin Penasaran, Pengabdi Setan Bakal Punya Sekuel?

Film remake tidak mewajibkan memakai judul yang sama. Formulanya dipilih untuk mengulang kesuksesan film box office dengan versi terbaru lewat modernisasi teknologi film.

Sementara istilah reboot berarti penggarapan ulang sebuah film, namun tidak terpaku pada cerita versi sebelumnya. Tim produksi berhak mengubah cerita dari sumber aslinya.

BACA JUGA: Pengabdi Setan Menebar Benih Teror Sampai ke Mancanegara

Reboot dipilih untuk menghidupkan kembali tokoh atau cerita lama, baik yang sudah selesai atau dibuat ulang dengan cerita baru, meskipun memakai judul yang sama dengan film semula.

Daur ulang terbukti jadi jurus ampuh menggaet penonton ke bioskop. Tak perlu susah-susah mencari buktinya. Film terlaris sepanjang sejarah Indonesia, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1, adalah hasil daur ulang.

BACA JUGA: Pengabdi Setan Bikin Tara Basro Kapok Main Film Horor

Tahun ini formula daur ulang cukup ramai digunakan, baik secara remake maupun reboot. Yang paling terbaru dan populer adalah reboot Pengabdi Setan arahan Joko Awar.

Yang juga unik beberapa sutradara mendaur ulang karya mereka sendiri. Seperti Rizal Mantovani dan Jose Purnomo dengan Jailangkung, serta Hanung Bramantyo dengan Jomblo

Tren ini belum berakhir di 2017. Pasalnya, ada beberapa film daur ulang yang dipastikan bakal tayang tahun depan.

Ini beberapa film-film tersebut:

1. Wiro Sableng

Wiro Sableng adalah serial tv yang diremake ke layar lebar. Meski sedang diproduksi, film pendekar itu sudah menjadi perbincangan banyak orang.

Film ini diproduksi oleh Lifelike Pictures dan Fox International dengan Angga Dwimas Sasongko sebagai sutradara.

Teka-teki para pemain film layar lebar Wiro Sableng 212 akhirnya terungkap baru-baru ini. Bila sebelumnya hanya nama Vino G. Bastian, Marsha Timothy, dan Sherina Munaf yang diumumkan, kini keseluruhan pemeran telah diketahui.

Keseluruhan pemain yang bakal terlibat adalah, Vino G. Bastian (Wiro Sableng), Marsha Timothy (Bidadari Angin Timur), Sherina Munaf (Anggini), Marcella Zalianty (Permaisuri), dan Rifnu Wikana (Kalasrengi).

Ada juga Yusuf Mahardika (Pangeran), Aghniny Haque (Rara Kurni), Lukman Sardi (Werku Alit), Dwi Sasono (Raja Kamandaka), Happy Salma (Suci), Marcell Siahaan (Ranaweleng), Andi /rif (Dewa Tuak), Cecep Arief Rahman (Bajak Laut Bagaspati), Dian Sidik (Kalingundil), Yayu Unru (Kakek Segala Tahu), Yayan Ruhyan (Mahesa Birawa), Ruth Marini (Sinto Gendeng).

"Kami butuh waktu lama untuk menentukannya," kata Sheila Timothy sebagai produser saat jumpa pers di Senayan City, Jakarta.

Lala, sapaannya, menambahkan, pemain dipilih sesuai dengan kebutuhan skenario. Banyak tim yang dilibatkan hanya untuk menentukan pemain serta peran tersebut.

Dia mengaku sangat antusias menggarap film Wiro Sableng. Apalagi dirinya dan tim berkesempatan menjalani kerja sama dengan Fox International Productions (FIP).

Sang sutradara, Angga Dwimas Sangsoko, sangat tertantang untuk menjalani shooting film Wiro Sableng. Apalagi dia bertekad menciptakan benchmark baru untuk film Indonesia.

"Kami membuat film ini dengan pendekatan yang sangat Indonesia, sajian hingga tutur. Pokoknya Wiro Sableng akan jadi film laga dengan ciri khas Indonesia," jelasnya.

Selain nama-nama di atas, pembuatan film Wiro Sableng 212 juga melibatkan banyak pihak. Seperti skenario oleh Lala Timothy dan Tumpol Tampubolon, Yayan Ruhian sebagai fighting choreographer, Chan Man Ching sebagai fighting director yang pernah terlibat di film Rush Hour, dan lainnya.

Wiro Sableng 212 telah memulai syuting pada akhir Agustus 2017. Syuting dilaksanakan di kawasan Jakarta dan Jawa Barat selama 3,5 bulan. Film ini ditargetkan tayang pada 2018.

2. Bayi Ajaib

Bayi Ajaib adalah salah satu film horor Indonesia era 1980-an yang cukup diperbincangkan. Disutradarai oleh Tindra Rengat, film ini dirilis pada 1982 silam.

Pemain yang terlibat adalah W.D. Mochtar, Rina Hassim, dan Muni Cader.

Bayi Ajaib dulunya berkisah soal perebutan jabatan diwarnai intrik supranatural. Kosim (Muni Cader) dan Dorman (W.D. Mochtar) mengetahuinya adanya tambang intan di sebuah desa dan berambisi untuk memenangkan kedudukan sebagai lurah.

Dorman yang berdarah Portugis kemudian memohon kepada arwah Alberto Domenique, nenek moyangnya yang dikubur di daerah itu untuk membantu ambisinya.

Sementara Kosim yang kaya setelah menemukan sebutir intan membagi hartanya kepada penduduk supaya mendapat simpati. Namun nahas, dukun desa (Wolly Sutinah) melihat keanehan dalam kandungan istri Kosim, Sumi (Rina Hassim) saat itu.

Alhasil ketika bayi Sumi lahir muncullah keanehan-keanehan.

Bermodal kesuksesan itu, produser Dheeraj Kalwani kemudian mengandeng sutradara andal Rizal Mantovani untuk mendaur ulang film horor Bayi Ajaib.

Untuk naskah film nanti dipastikan dirombak dengan tema kekinian.

"Saya tawarkan ide remake Bayi Ajaib kepada Rizal dan ternyata dia fans film horor tersebut. Jadi kami bisa langsung cocok karena berangkat dari sama-sama suka film itu," jelas Dheeraj Kalwani.

3. Keluarga Cemara.

Keluarga Cemara merupakan serial televisi yang populer pada era 90-an. Tahun ini, rumah produksi Visinema Pictures tertarik membuat ulang film tersebut.

"Masih tahap praproduksi merampungkan skenario yang ditulis Gina S. Noer dan Yandy Laurens, ceritanya diangkat dari serial cerita pendek dan tayangan televisi karya Arswendo Atmowiloto," kata Anggia Kharisma selaku produser.

Dalam film Keluarga Cemara nanti, Gina S. Noer bertugas sebagai penulis skenario. Sementara, Yandy Laurens didapuk sebagai sutradara. Keduanya bersinergi untuk menyiapkan kisah Keluarga Cemara yang cocok untuk kaum milenial dengan latar waktu saat sekarang.

Pemain yang dilibatkan dalam Keluarga Cemara adalah aktor Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir. Keduanya akan berperan sebagai Abah dan Emak.

Visinema Pictures berencana memulai syuting pada Desember 2017 sampai Januari 2018. (ded/ce1/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengabdi Setan Sukses Tembus 2 Juta Penonton


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler