Debat Kesepakatan dan Ketidakwajaran

Senin, 12 Maret 2018 – 15:42 WIB
Dahlan Iskan. Ilustrasi: Jawa Pos

jpnn.com - Mahalnya tagihan dokter di Singapura memang sudah terkenal di kalangan pasien Indonesia. Karena itu mereka mencari pilihan lain: Malaka atau Penang. Di Malaysia. Apalagi untuk pasien dari Medan, Riau dan Padang.

Penerbangan Medan-Penang tidak sampai satu jam. Naik pesawat dari Riau ke Malaka hanya 30 menit.

BACA JUGA: Menarif Mahal, Ditagih Mahal

Heboh tagihan dokter Susan Lim ke adik istri Sultan Brunai sebesar hampir Rp 300 miliar (tepatnya SGD 24 juta) itu ternyata juga menggelisahkan sebagian dokter Singapura sendiri. Bisa merugikan masa depan industri turisme kesehatan Singapura.

Kini mulai ada yang berinisiatif untuk mendirikan lembaga nir-laba untuk menghindarkan pasien dari luar Singapura dari tagihan yang berlebihan. Termasuk menghindarkan pasien asing dari pemilihan dokter yang kurang tepat.

BACA JUGA: Dahlan: Apakah Seperti ini Akan Membawa Kemajuan?

Banyak pasien dari Indonesia yang memilih dokter di Singapura hanya berdasar rekomendasi teman. Saya beruntung punya semacam “manajer kesehatan”: Robert Lai.

Dialah yang melakukan studi untuk saya: ke dokter siapa sebaiknya saya datang. Membanding-bandingkannya. Termasuk menanyakan kemungkinan besarnya tagihan nantinya.

BACA JUGA: BC Kembali Tangkap Kapal Bermuatan Sabu-Sabu

Dia juga yang menilai itu wajar atau tidak. Lalu mendiskusikannya.

Setelah heboh-heboh, dokter Susan Lim sebenarnya sudah menawarkan discount hampir 50 persen. Tapi tetap saja pihak Brunai menganggap tagihan itu tidak wajar.

Dalam pembelaannya, dokter Susan Lim mengatakan tagihan itu sudah sesuai kesepakatan dengan pasien. Yakni sekitar SGD 100.000/hari. Atau sekitar Rp 1 miliar/hari.

Tapi karena pasiennya meninggal kesepakatan itu tidak bisa diterima institusi yang mengawasi dokter di Singapura. Dokter Susan Lim adalah ahli bedah, ilmuwan dan pengusaha. Termasuk ahli bedah untuk kanker payudara.

Itulah identitasnya yang diketahui secara luas. Kawin dengan bankir keturunan India, kini dokter Susan Lim berusia sekitar 62 tahun.

Tahun 1990, dokter Susan Lim sudah mampu melakukan transplantasi liver. Dialah dokter Singapura pertama yang mampu melakukan transplantasi liver. Susan Lim juga mendalami stemcell. Bahkan juga transplantasi cell.

Reputasi dokter Susan Lim luar biasa di bidang kedokteran. Dia juga dikenal mampu melalukan operasi dengan robot.

Tapi nama harum Susan Lim tercoreng sejak itu. Bahkan lembaga konsultan kesehatan internasional, MIMS, menempatkannya.di urutan pertama dalam daftar lima kasus terburuk yang dilakukan dokter di dunia.

Sehat memang mahal. Tapi dalam kasus adik istri Sultan Brunai ini, mati juga sangat mahal.(dis/habis)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Insyaallah Novel Pulang Besok, Ini Pesannya dari Singapura


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler