Dedi Mulyadi: Para Buzzer Sibuk Menyerang Pak Prabowo

Rabu, 07 Juni 2023 – 07:05 WIB
Dedi Mulyadi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Dedi Mulyadi menangkal serangan terhadap Prabowo Subianto di dunia maya terkait proposal perdamaian yang diajukan Menteri Pertahanan RI itu untuk menghentikan perang Rusia dan Ukraina.

Dedi Mulyadi merupakan bekas politisi Partai Golkar yang saat ini pindah ke Gerindra.

BACA JUGA: Kini jadi Anak Buah Prabowo, Dedi Mulyadi: Aku Ikhlas Membantu Bapak Sepenuh Hati

"Para buzzer sibuk menyerang Pak Prabowo, karena dianggap tidak mampu berdiplomasi internasional. Pertanyaannya, di mana letak ketidakmampuannya?," kata Dedi, dalam sambungan telepon, di Purwakarta, Selasa (6/6).

Proposal yang diajukan Prabowo itu memang akhirnya ditolak oleh pihak Ukraina, dan kini menjadi pro dan kontra.

BACA JUGA: Doli Kurnia Ungkap Status Dedi Mulyadi di Golkar, Begini

Bahkan sejumlah akun di media sosial justru mengomentari hal tersebut dengan nada nyinyir.

Mengenai proposal perdamaian itu, kata Dedi, sebenarnya tidak ada yang salah dari seorang negarawan untuk mengajak menghentikan konflik.

BACA JUGA: Hercules Jangan Bikin Gaduh, Apalagi Melawan Polri, Prabowo Bisa Kena Getahnya

Menurutnya, jika Ukraina menolak hal tersebut tak menjadi soal. Sebab hal terpenting Prabowo telah menyampaikan gagasannya di forum internasional bahwa peperangan harus segera dihentikan dan kembali hidup damai.

"Kita tahu bahwa gagasan dunia damai, dunia dibebaskan dari peperangan itu pasti akan merugikan beberapa pihak yang setiap waktu memproduksi senjata untuk kepentingan berperang," kata pria kelahiran 11 April 1971 itu.

Atas hal itu, Dedi menegaskan mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan Prabowo.

Sebab hal tersebut adalah sebuah bentuk patriotik seorang putra bangsa yang bekerja secara nyata dan tak sekadar berkata-kata.

Dedi juga menyampaikan agar para netizen yang nyinyir terhadap gagasan untuk turun tangan ke lapangan mempersiapkan diri membangun negeri dengan berkontribusi agar Indonesia bisa terhindar dari ancaman krisis pangan.

"Daripada nyinyirin gagasan orang, lebih baik kita menanam padi di sawah agar kita terbebas dari krisis pangan. Sehingga kita tidak berperang berebut beras di pasar dan membebaskan Indonesia dari impor beras," kata Dedi Mulyadi. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler