Delapan Tahun

Oleh: Dahlan Iskan

Minggu, 27 Februari 2022 – 09:16 WIB
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - AMERIKA selalu punya alasan. Begitu juga negara lain. Pun Rusia. Termasuk alasan untuk menurunkan Presiden Ukraina yang sekarang, Zelenskyy.

Di mata Rusia Presiden Zelenskyy itu ilegal. Demikian juga tiga  Presiden Ukraina sebelumnya.

BACA JUGA: Kiev Terkepung

Pemimpin Ukraina yang sah, menurut Rusia, adalah Viktor Yanukovych. Itulah presiden yang terpilih dalam Pemilu tahun 2010 –yang diakui sangat jurdil oleh dunia Barat maupun Timur.

Viktor terpaksa melarikan diri akibat munculnya revolusi oranye –people power di Kiev tahun 2014. Di tahun itu berbagai pergolakan memang terjadi di Kiev. Terutama sejak Viktor tidak mau menandatangani pakta kerja sama Ukraina-Eropa.

BACA JUGA: Tanpa Nuklir

Rentetan demo tidak henti-hentinya. Kian besar pula. Viktor bergeming. Ia pilih menerima bantuan ekonomi dari Rusia. Akhirnya istana Ukraina diduduki rakyat. Viktor lari ke Krimea. Mobilnya ditembak tapi Viktor selamat.

"Viktor tidak pernah di-impeach, tidak pernah mengundurkan diri dan tidak pernah mati," ujar pendukungnya. Padahal, menurut UUD di sana, hanya tiga penyebab itu yang membuat seorang presiden kehilangan jabatannya.

BACA JUGA: Butet Suci

Viktor pun merasa masih sebagai Presiden Ukraina.

Sejak sukses revolusi oranye itu, Ukraina berkiblat sepenuhnya ke Barat. Itulah yang membuat Rusia terluka. Sakit hati. Yang kejengkelan itu ia tahan selama 8 tahun –sampai Rabu lalu.

Sejak itu Rusia melihat Ukraina kian membahayakan. Padahal, sepertiga nuklir peninggalan Uni Soviet ada di Ukraina. Berarti ada sekitar 2.000 hulu ledak nuklir di negara itu. Kalau sampai Ukraina menjadi anggota NATO, Rusia merasa terancam secara langsung.

Setelah Viktor meninggalkan istana, Ukraina dipimpin presiden sementara: Oleksandr Turchynov. Ia seorang pendeta, penulis skenario dan politikus. Ia hanya menjabat presiden selama 3,5 bulan. Sampai pemilu di tahun itu.

Pemilu pertama setelah revolusi oranye dimenangkan Petro Poroshenko. Ia seorang pebisnis. Ia menang dengan suara 54 persen. Setengah diktator. Ia menang lagi di Pemilu berikutnya: 10 tahun jadi presiden.

Sebelum presiden yang sekarang, Zelenskyy, masih ada satu presiden lagi: satu periode. Itulah yang kemudian dikalahkan oleh pelawak dan bintang film Zelenskyy.

Kini Zelenskyy baru menjabat 2,5 tahun. Ia terus menggebu untuk membawa Ukraina menjadi anggota NATO.

Ia juga pernah dijanjikan bantuan oleh Amerika. Sebanyak USD 400 juta. Tapi Presiden Donald Trump tidak mau mencairkannya, kalau Zelenskyy tidak mau menyelidiki kegiatan bisnis anak Joe Biden di Ukraina.

Dengan target menurunkan Zelenskyy, kini Rusia harus menundukkan ibu kota Kiev. Usaha itu diperkirakan berhasil dilakukan Jumat malam kemarin. Sampai-sampai Kiev siaga penuh.

Namun, sampai Sabtu pagi Kiev belum jatuh ke tangan Rusia. Perlawanan cukup kuat dari militer Ukraina. Sepanjang hari Sabtu kemarin suara dentuman banyak terdengar.

Kalau saja Rusia berhasil menduduki Kiev, apakah Viktor yang akan didudukkan di istana? Sampai pemilu berikutnya?

Viktor sendiri kini berumur 71 tahun. Konon tinggal di sebuah rumah sangat besar di luar kota Moskow.

Setelah melarikan diri ke Krimea dulu, Viktor memang minta perlindungan ke Rusia. Bahkan ia sudah mengajukan keinginan untuk menjadi warga Rusia. Ditolak.

Viktor hanya diberi perlindungan dan penduduk sementara. Ia masih dipertahankan sebagai warga Ukraina –agar bisa pulang pada saatnya.

Meski memenangkan Pemilu yang sah, Viktor kurang disenangi di Ukraina bagian barat. Ia lahir di Donbas –wilayah yang sekarang menyatakan diri merdeka.

Viktor juga dikritik kurang bisa berbahasa Ukraina –ia lahir dan besar di wilayah yang berbahasa Rusia. Masa kecilnya menderita. Ibunya meninggal ketika Viktor baru berumur 2 tahun. Saat remaja, ia nakal. Pernah terlibat perampokan. Pernah pula masuk penjara.

Sejak terpilih menjadi presiden ia tidak pernah didampingi istri. Sang istri mengatakan "Saya tidak mau duduk di samping seorang presiden dengan muka masam," katanyi.

Dia tidak minta cerai, tetapi sudah 30 tahun tidak hidup bersama. Yakni sejak dokter keluarga itu, seorang wanita, punya anak tanpa tahu siapa suaminyi.

Nasib Viktor akan ditentukan oleh sukses atau tidaknya serbuan Rusia sekarang ini. Demikian juga nasib  Zelenskyy.

Sebenarnya Zelenskyy masih unggul di hasil survei elektabilitas di sana. Untuk Pemilu 2024. Memang popularitasnya terus menurun. Elektabilitasnya tidak sampai 30 persen. Tapi calon lain lebih rendah lagi.

Hambatan Zelenskyy hanya satu: saat kampanye dulu ia berjanji berkali-kali hanya akan menjabat satu periode. Belakangan lingkaran dalamnya mulai mengatakan: terlalu dini untuk menjawab pertanyaan itu.

Apalagi setelah ada serangan Rusia ini. Jangan-jangan ia hanya menjabat setengah periode.

Atau Zelenskyy tiba-tiba muncul sebagai pahlawan negara yang berhasil melawan invasi negara asing. Tentu tidak cukup kalau hanya satu periode.

Bahwa serangan Rusia sekarang ini dilakukan di bulan Februari, rupanya agar masa delapan tahun itu tidak kurang dan tidak lebih: tepat delapan tahun lalu, di bulan Februari 2014, Barat ia anggap berhasil menjatuhkan presiden pro Rusia.

Rusia ingin, Februari 2022, ganti posisi. Kalau bisa. (*)

Komentar Pilihan Disway*
Edisi 26/2: Kiev Terkepung

Lbs
Biarpun tdk bisa melucu lagi. Semoga presiden Ukraina msh bisa menggunakan akal sehatnya. Segera menyerahkan diri. Tdk ada guna melawan raksasa. Kasian tentara dan rakyatnya. Dan semoga berita ttg presiden Ukraina menyeru rakyatnya mempersenjatai diri hanya hoak. Toh yg d inginkan Rusia hanya menggantikan presiden sekarang, yg terlalu gatal ke Barat...

ThamrinDahlan Ibnuaffan
????? ????? ?? ????? ???? ?????? ?? ????? ?????? ???? ??? ????????? ??? ???????? ?? ???? ????????????

Mirza Mirwan
Di bawah, ada yang bisa mengeja hurup Kiril (Cyrillic), tetapi juga tidak tahu nama universitas dalam surat yang fotonya dimuat di atas, wkwkwkwk. Nama resmi universitas tersebut, dalam Bahasa Inggris, adalah "Taras Shevchenko National University of Kyiv", sering juga disebut Kyiv University atau Shevchenko University. Tetapi lebih dikenal dengan singkatannya, KNU -- Kyiv National University. Universitas tersebut sudah cukup tua, 180-an tahun. Didirikan oleh Tsar Rusia, Nikolai I. Kalau pembaca suka gelaran tinju kelas berat, pasti ingat nama Vitaly Klitsko yang pernah juara itu. Nah, Klitsko itu salah satu alumnus KNU. Eh, selamat pagi, si Kecil udah teriak-teriak ngajakin joging.

Hardiyanto Prasetiyo
Sanksi finansial yg diterapkan Uni Eropa dan Amerika ternyata tdk memberikan efek jera ke Rusia. Ternyata Rusia sdh belajar risk management dari kasus Krimea. Dulu waktu kejadian Krimea polanya sama, sanksinya sektor finansial jadi sasaran utama. Kali ini Rusia sdh paham seluk beluknya, sumber cadangan devisa negara sebanyak 9000an T sdh disiapkan untuk invasi Ukraina. Sewaktu2 bisa disuntikkan jika Rebel nyungsep. Lalu ada wacana memutus sistem pembayaran internasional SWIFT untuk Rusia???Yakin,,,,lha wong Uni Eropa pnya hubungan dagang Internasional, kalau diputus, ya senjata makan tuan sama saja memutus rezeki mereka sekaligus pasokan logistiknya. Embargo sektor energi??? Ya sama saja Uni Eropa mengembargo energi mereka sendiri, lha wong mereka masih beli crude oil dan gas cair dari Rusia. Ayo tebak sanksi apa lagi yg mau dikeluarkan?

Yuppi Apriamin
yang jelas bkin minyak goreng pakai cpo.. CPO dijual sesuai harga dunia..  Jangan lupa CPO juga dibutuhkan di industri oleokimia yang mengubah minyak sawit menjadi produk antara lain seperti soap noodle, fatty acidm gliceryn, dan metyl ester. Produk tersebut merupakan bahan baku produk kebersihan seperti sabun, sampo, hingga hand sanitizer..

Pengamat Jalanan
Rusia menyerang Ukraina, netizen Ukraina pun heboh. Netizen Ukraina: "Bro, Rusia menyerang kami, orang-orang panik dan menimbun sembako. Minyak goreng pun langka." Netizen 62: "Bro, kami damai-damai aja tapi minyak goreng langka juga." Buzer NKRI: "Bohong! Minyak goreng melimpah ruah. Itu cuma mau mengadu domba rakyat 62 aja." Netizen 62: "Minyak goreng memang melimpah ruah. Tapi harganya mahal. Kami mau yang harga Rp. 14.000/liter."

Denik .
Buat Menag Ukraina. Tolong suara sirine diatur volume nya.meraung tidak kenal waktu .kami sebagai minoritas sangat terganggu dengan suara sirine yang sahut-sahutan.

Cah Ndeso
Pesan moral : Jangan sembarang pilih pemimpin. Pilih yang bisa membuat masalah ruwet jadi mudah, jangan yg membuat mudah jadi bubrah. Pilih yang kerja nyata untuk rakyat, jangan yang hanya berkoar biar dianggap malaikat. Pilih yang bicaranya hati-hati, jangan yang hanya menjual janji.  

T T S Klasik
Strategi baru abad XXI: Boleh perang, asal lahan perangnya di negara orang.

Mbah Mars
Jurnalis Kriwil Pos, Jabrik sedang mewancarai seorang analis geopolitik tingkat dunia (mungkin tingkat akhirat juga) Jabrik: “Selamat pagi Mbah Koplak. Bagaimana analisis anda tentang krisis invasi Rusia ke Ukraina ?” Mbah Koplak: “Rusia sedang menunjukkan taringnya kepada dunia.” Jabrik:”Berarti akan ada kekuatan penyeimbang AS lagi yang eksis ?” Mbah Koplak: “Yes ! Blok Timur is back. Malah lebih kuat karena akan disokong oleh Tiongkok dan negara-negara komunis lain. Sementara AS babak belur di dalam negeri. NATO juga kurang kompak” Jabrik:”Apa pengaruhnya terhadap negara-negara Islam ?” Mbah Koplak:”Ini menguntungkan negara-negara Islam. Setelah Blok Timur runtuh Barat cari-cari musuh. Ketemu dech ke Islam dengan isu-isu radikalismenya. Dengan hidupnya Blok Timur lagi Barat kembali sibuk dan fokus ke kekuatan tersebut. Seperti jaman dulu, Islam enjoy di tengah2 konflik Persia VS Romawi” Jabrik:” Bagaimana dengan Indonesia Mbah ?” Mbah Koplak:”Indonesia akan jadi gadis cantik yg menggemaskan. Jadi rebutan Barat dan Timur” Jabrik:”Berarti Indonesia tidak akan memihak Mbah?” Mbah Koplak:”Oh, bukan tidak memihak dong. Tetapi memihak kepada keduanya” Jabrik:”Kongkritnya ?” Mbah Koplak:”Kapan Indonesia kebarat-baratan. Kapan Indonesia ketimur-timuran tergantung situasi, kondisi dan kepentingannya” Jabrik:”Tenkyu Mbah” Mbah Koplak: “Yu wel kam”

Saridin
Asraf Ghani, Presiden Afghanistan dukungan Amerika, memilih pergi dari istana kepresidenan, dengan konsekuensi dituduh sebagai  pengkhianat dan sebagainya, ketika Taliban sudah berkemah di luar gerbang ibukota Kabul. Ghani juga belum memiliki pengalaman politik ketika mendadak jadi Presiden. Dia seorang antropolog, yang hidupnya melakukan studi tentang dan terhadap perilaku manusia. Dia memilih dicap pengkhianat tapi menyelamatkan banyak nyawa yang berpotensi melayang. Nyawa rakyatnya lebih penting dari dirinya. Kita tidak melihat itu pada diri tuan Zelenskyy, yang justru mengajak rakyatnya ikut turun laga, berperang. Perang yang pasti akan kalah. Dan hantjur. Naif sekali.

Asasa Investasi
Simpati kepada Putin berkurang. jadinya dia sekarang seperti Hitler. Padahal kalau hanya untuk menjungkalkan presiden Ukraina ada cara yang lebih murah dan elegan. Support oposisi sampai presidennya turun. Di dunia image nya tidak jatuh seperti sekarang. Seperti orang dagang, sulit untuk membangkitkan brand image yang sudah rontok. Semoga rakyat Ukraina tabah dan kuat.

Liam
Ada pengaruh iklim dingin mungkin, coba masukan sebongkah Es kedalam celana. Bisa merasakan bagaimana iklim suhu di Rusia yang bisa minus derajat celcius.

Alex
Kata mas Aat wanita Rusia cantik cantik dan pirang.Tapi kenapa Om Putin kuat menduda.8 tahun lagi.Gile.Om Leong yang ngampet 5 hari saja nggak kuat wkwkw.... Jangan jangan beliau terinspirasi dari Gajah Mada. Beberapa saat setelah dilantik menjadi mahapatih mendampingi raja ketiga majapahit.Tribuwana Wijayatunggadewi .Gajah Mada mengatakan "Bagaimana aku bisa mewujudkan semua impianku.Jika aku terganggu makhluk perempuan bernama istri yang merengek merajuk.Istri atau perempuan bagiku tidak ubahnya rasa lapar dan haus yang harus di lawan." Om Putin luar biasa.Parlemen bisa di jinakkan.Meski ada demo di seluruh penjuru negeri.Tapi tak ada yang berani bawa poster bergambar Boris Yeltsin ataupun Gorbachev.Dengan tulisan "PIYE PENAK JAMANKU TO"

*tulisan diambil dari Disway.id

BACA ARTIKEL LAINNYA... 1938 2022


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler