Demokrat Minta Maaf ke Gus Dur dan NU

Selasa, 27 November 2012 – 09:33 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, menyampaikan permohonan maaf kepada almarhum mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan keluarga besar Nadhlatul Ulama (NU). Permintaan maaf itu terkait tudingan kepada salah satu kader Demokrat, Sutan Bhatoegana yang dianggap menghina Gus Dur dan NU.

"Saya selaku Ketua Umum DPP PD mohon maaf. Meski Sutan Bhatoegana bicara sebagai personal, tetapi Sutan tidak bisa dipisahkan dari PD. Sutan pun sudah menyampaikan kepada saya bahwa tidak ada maksud menghina dan merendahkan Gus Dur. Atas dasar itu, sebagai Ketum PD, sebagai bagian dari keluarga besar NU  dan sebagai pengagum Gus Dur, saya menyampaikan permohonan maaf kepada almarhum Gus Dur, keluarga, pengikut dan warga NU," kata Anas, dalam siaran persnya, Selasa (27/11).

Anas mengajak untuk menghormati dan memuliakan para pemimpin, termasuk Gus Dur. "Mari kita pegang etika dasar kepada para pemimpin. Bahwa kepada para pemimpin yang sedang memegang amanah dan kepada para mantan pemimpin, kita layak menghormati dan memuliakannya," ujar Anas.

Mantan Ketua Umum PB HMI itu mengatakan Gus Dur adalah mantan presiden, guru bangsa, ulama besar, cendikiawan terkemuka yang bukan saja di Indonesia tetapi juga di dunia internasional. "Semoga semua amal bhakti dan kebajikan beliau diterima sebagai amal baik di sisi Allah SWT," imbuh Anas.

Anas juga mengajak untuk mengembangkan dan mengamalkan secara benar dan konsisten pemikiran dan ajaran Gus Dur yang bermanfaat memajukan bangsa.
"Gus Dur adalah bagian yang terhormat dalam sejarah perjalanan Indonesia," ungkap Anas.

Sebelumnya, Sutan Bhatoegana membantah menghina Gus Dur.

"Saya tidak sedikitpun ada niat menghina Gus Dur," tegas Sutan, Senin (26/11). (boy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kirim 1.200 Brimob, Kapolri Jamin Kutai Barat Aman

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler