Demonstrasi Hong Kong Masuk Bulan Keempat, Carrie Lam Masih Ogah Mundur

Rabu, 04 September 2019 – 06:02 WIB
Chief Executive Hong Kong Carrie Lam menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat, Selasa (18/6). Foto: Reuters

jpnn.com, HONG KONG - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam membantah kabar bahwa pemerintah Tiongkok telah memintanya mundur demi mengakhiri demonstrasi di kota tersebut. Dia justru mengklaim mendapat dukungan penuh dari Beijing untuk terus memimpin.

"Saya tidak pernah ditawari untuk mundur," kata Lam, Selasa (3/9).

BACA JUGA: Beijing: Status Hong Kong Tak Bisa Diganggu Gugat

Lam mengatakan, Beijing yakin pemerintahannya mampu mengatasi krisis yang telah berlangsung tiga bulan terakhir. Dia pun memastikan akan melakukannya tanpa campur tangan pemerintah pusat.

"Alasan saya tidak mengajukan pengunduran diri karena saya rasa saya mampu memimpin tim saya membantu Hong Kong keluar dari dilema ini. Saya masih percaya diri untuk melakukan ini," ujar dia.

BACA JUGA: Antisipasi Manuver Ilegal Tiongkok, Polisi Jepang Jaga Ketat Kepulauan Senkaku

BACA JUGA: Beijing: Status Hong Kong Tak Bisa Diganggu Gugat

Ratusan ribu orang terus berdemonstrasi di jalan-jalan Hong Kong sejak pertengahan Juni. Mereka memprotes rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan warga Hong Kong diadili di persidangan yang dikendalikan pemerintah pusat.

BACA JUGA: Di Istana, Andre Gerindra Tuding Jokowi Selalu Berpihak ke Tiongkok

Kerusuhan melebar menjadi seruan agar Hong Kong diberikan otonomi yang lebih besar. Sementara itu, Beijing menuduh kekuatan asing, terutama Amerika Serikat dan Inggris, telah menghasut kerusuhan. (ant/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kehabisan Duit, Demonstran Hong Kong Kembali Bekerja


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler