Dengarkan Keluhan Para Dalang Wayang, Menko Airlangga Bilang Begini

Minggu, 20 Februari 2022 – 14:31 WIB
Menko Airlangga Hartarto. Foto dok Biro Kemenko Perekonomian

jpnn.com, SURABAYA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara khusus menjadwalkan pertemuan dengan Persatuan Dalang Indonesia (PEPADI) di Surabaya, Sabtu (19/2).

Tujuannya untuk mendengarkan secara langsung kondisi pertunjukan seni wayang dan masukan dari para dalang, termasuk kendala berkurangnya jumlah penanggap dan penonton wayang.

BACA JUGA: Bongkar Aib Vicky Prasetyo, Kalina Ocktaranny: Enggak ada Pernikahan, Tapi Punya Anak Lagi

Selama berlangsungnya pandemi Covid-19, pertunjukkan seni wayang dan industri terkait seni wayang terdampak dan belum bisa kembali normal.

Pada kesempatan tersebut, para dalang berharap adanya kebijakan pemerintah yang berpihak kepada upaya memajukan seni budaya, khususnya budaya wayang.

BACA JUGA: Dikabarkan Mundur dari WO Venna Melinda dan Ferry Irawan, Elma Theana: Banyak Alasan

Terlebih, banyak tenaga kerja yang terlibat, termasuk di antaranya pekerja industri gamelan dan industri wisata.

Menanggapi cerita para dalang, Airlangga menuturkan dalam situasi pandemi memang sangat menekan seni pertunjukan.

BACA JUGA: Nippon Paint Warnai Kampung Kali Code 1001 Jetisharjo

“Jika protokol kesehatan bisa dijaga, pemerintah akan terus dorong seni pertunjukkan ini berjalan terutama jika situasi PPKM sampai dengan level 2,” ujar Airlangga.

Selain itu, seni pertunjukkan wayang juga akan didorong ke Kemendikbud Ristek karena untuk pelestarian dan pengembangan wayang diperlukan penguatan melalui pendidikan dalam hal pembelajaran tari-tarian, gamelan, dan bahasa.

Penguatan tersebut diperlukan karena seni wayang merupakan bagian dari kebudayaan yang harus terus didorong dan dipertahankan.

Menko Airlangga mengusulkan, pertunjukan wayang dapat dilakukan secara hybrid dan perlu dilakukan publikasi yang lebih baik untuk mencari penonton baru, terutama yang berasal dari kalangan muda.

“Dalam pertunjukkan wayang dibutuhkan kombinasi bahasa agar dapat populer di kalangan milenial. Selain menggunakan bahasa Jawa, juga bisa menggunakan bahasa Indonesia, agar membuat pertunjukan wayang menjadi lebih menarik," seru Airlangga.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler