Densus Baku Tembak di Sanur

Lima Orang Tewas di 2 TKP

Senin, 19 Maret 2012 – 07:43 WIB

SANUR - Aksi baku tembak antara tim Densus 88 dengan orang yang diduga teroris terjadi di Jalan Danau Poso 99X, Banjar Belanjong, Desa Sanur, Denpasar Selatan, Minggu (18/3) sekitar pukul 21.00 Wita. Akibatnya, tiga orang tersangka yang diduga menyaru ke kawasan esek-esek tersebut tewas di tempat dengan kondisi penuh luka tembak.

Sementara pada waktu yang hampir bersamaan, tim burung hantu ini juga melakukan penggerebekan di Jalan Gunung Soputan, Banjar Umaduwi, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat. Di lokasi ini, dua orang terduga teroris tewas.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini menyebutkan, saat penyergapan pelaku di kawasan Jalan Danau Poso 99X, Sanur, itu, sempat terjadi balasan tembakan. "Saya sempat melihat adegan penembakan itu dari kejauhan," papar Ketut Ariawan, sopir taksi Blue Bird, bernomor DK 185 IA semalam, seusai kejadian.

Menurutnya, kejadian berlangsung dengan sangat cepat. Petugas yang sudah bersiaga melakukan penyergapan di bungalow yang masuk kawasan abu-abu itu menghujani tembakan dan dibalas. "Kayaknya, ada juga petugas yang kena," ujarnya.

Yang jelas, baku tembak itu berlangsung dalam rentetan tembakan. "Mereka tiadak diam saja saat diserbu, tapi membalas," terang Ariawan, perihal adegan baku tembak yang menyebabkan mereka roboh.

"Saya di lokasi di Danau Poso. Di sini tertembak tiga orang. di Jalan Gunung Soputan dua orang, informasi ini valid dari pihak polisi," ujar Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya yang kemarin berada di lokasi di Jalan Danau Poso.

Arjaya mengatakan, dia mampu masuk ke dalam untuk melihat proses pengangkutan mayat yang diduga teroris tersebut. "Saya masih di dalam, masih sedang bicara. Sebentar lagi saya telepon ya.." ungkap Arjaya sambil mematikan telepon.

Sementara itu, Kelian Banjar Adat Belanjong Wayan Sabra mengatakan sekitar pukul 21.00 ada tiga kali tembakan yang terdengar. "Kami awalnya tidak tahu ada penyergapan, yang kabarnya teroriris. Setelah ada tembakan tiga kali baru saya ke sini (Jalan Danau Poso). Suaranya keras tiga kali..tar..tar..tar, berturut - turut," ujar Sabra.

Dia mengatakan setelah ada tembakan, situasi ramai. Bahkan polisi juga sangat ramai, dengan jumlah hampir seratus orang. Dia mengatakan beragam polisi, mulai Gegana, Tim Forensik sudah masuk ke penginapan dan kos - kosan milik Pak Losen.

Namun Sabra mengaku tidak bisa masuk, lantaran masih proses steril kawasan penginapan Pak Losen itu. "Yang punya namanya Pak Losen, tempat itu penginapan dan kos - kosan," ungkap Sabra.

Dia mengatakan, sebelumnya Padahal melakukan cek penduduk pendatang. Sabra mengatakan melakukan cek penduduk pendatang pukul 18.00. Saat itu, dirinya sempat menahan dua KTP. "Barusan jam enam tadi (kemarin) saya cek penduduk pendatang. Ee," malah ada yang ditembak," imbuhnya.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hariadi ketika dikonfirmasi di TKP Jalan Danau Poso mengatakan, memang ada dua lokasi penyergapan. Dua orang ditembak di Jalan Gunung Soputan dan tiga orang di jalan Danau Poso. "Memang antara di Danau Poso dengan di Soputan ada kaitannya," ujar Hariadi saat diwawancarai kemarin malam sekitar pukul 23.15.

Hariadi sementara mengatakan arah dari lima orang ini adalah kasus perampokan. Kabarnya Teroris" "Kami masih dalami," jawabnya.

Selain itu Hariadi juga belum mau merinci nama penjahat yang dihadiahi timah panas itu, hanya mau menyebut salah satu dari mereka dari Jawa. Namun dari segi pola penangkapan, memang dalam kasus ini sedikit janggal. Lantaran yang terjun dalam penyergapan ini adalah Densus 88 yang selama ini menjadi "pemangsa" Teroris di negeri ini. Termasuk juga dibantu oleh Brimob. Lokasi hingga kemarin hampir pukul 00.00, masih ramai didatangi warga. Tapi mereka tidak bisa mendekat. Sebab ratusan polisi masih berjaga-jaga di TKP menutup jalan Danau Poso.

Sementara tiga orang mayat yang ada dievakuasi pukul 23.00 dengan kantung warna kuning, masuk ke Ambulance melewati arah By Pass Ngurah Rai menuju ke RS Trijata.

Setelah sampai di RS Trijata, langsung masuk ke ruang pembersihan mayat. Tim medis RS Trijata melakukan pembersihan mayat, namun proses sangat tertutup. Bahkan hingga pukul 00.30, masih dalam proses pembersihan mayat yang jumlahnya 5 orang tersebut.

Informasi dari salah satu dokter tim medis mengatakan, mayat penuh dengan luka tembak. Bahkan penuh dengan darah. "Mayat penuh darah, dan penuh luka tembakan," ujar salah satu dokter.

Ambulance yang membawa mayat ada dua, satu membawa mayat yang dilumpuhkan di Jalan Soputan, satunya lagi dari Jalan Danau Poso. Namun kemungkinan mayat akan dikirim ke RS Sanglah, lantaran belum ada tempat penitipan mayat di RS Trijata. "Kemungkinan akan dibawa ke RS Sanglah. Di sini (Trijata) tidak ada tempat penitipannya," pungkas tim medis tadi. (art/pra/dwi/wan/)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Tak Mau Kader PDIP Digarap dengan Kasus Korupsi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler