Desak SBY Tak Biarkan Pelaku Kampanye Hitam

Kamis, 19 Juni 2014 – 21:49 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Presidium Aliansi Nasionalis Nadhliyin (ANN), Edwin H Soekawati menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah membiarkan terjadinya kampanye hitam terhadap calon presiden tertentu di masyarakat. Menurut Edwin, pembiaran membuat kampanye hitam semakin marak dalam berbagai bentuk.

Hal itu disampaikan Edwin, menanggapi munculnya Tabloid Obor Rakyat dan buku “Trisaktu Palsu” yang menyudutkan calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo alias Jokowi. Menurutnya, penyebaran Obor Rakyat dan Trisakti Palsu di masyarakat yang sudah berlangsung sebulan ini ternyata didiamkan saja.

BACA JUGA: Indonesia Paling Banyak Akses Video Kekerasan Anak di Internet

"Presiden SBY terindikasi membiarkan adanya kampanye hitam itu terus berlanjut dalam bentuk, metode, dan cara yang lain," ungkap Edwin di Jakarta, Kamis (19/6).

Wdein menilai kondisi itu sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa. "Bisa saja fitnah-fitnah lainnya terjadi, karena tidak ada tindakan dari pemerintah. Apalagi itu juga dilakukan sengaja, dan celakanya (diduga) dilakukan oleh asisten staf khusus kantor kepresidenan," katanya.

BACA JUGA: Kapal Tenggelam di Selangor Berisi WNI yang Ingin Berlebaran

Menurutnya, muncul stigma bahwa kantor kepresidenan seolah mengadu domba rakyat dan membantu capres tertentu dengan kampanye hitam. Bahkan ada staf di Istana yang jelas-jelas menerbitkan Obor Rakyat.

Karenanya Edwin meminta Presiden SBY harus segera memecat oknum kantor kepresidenan tersebut, dan memerintahkan Kapolri untuk menangkap dan memprosesnya secara hukum. "Tak hanya oknum di istana kepresidenan, siapapun yang menyebarluaskan kampanye hitam harus ditangkap dan diproses hukum,” ujarnya.(boy/jpnn)

BACA JUGA: Tak Punya Waktu Begadang, Jokowi Absen Nonton Piala Dunia

BACA ARTIKEL LAINNYA... Staf Khusus SBY Harapkan Ada Ruang Dialog untuk Pembuat Obor Rakyat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler