Di Kediaman Habibie, Hasto Ceritakan Tentang Prabowo dan Tentara Liar yang Merajalela

Rabu, 07 Februari 2024 – 18:04 WIB
Diskusi bertajuk "Pilpres dan Memulihkan Distorsi Kompetisi Menjadi Kompromi" yang digelar FDN di Habibie and Ainun Library di Kuningan, Jakarta, Rabu (7/2). Foto: PDIP

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud MD, Hasto Kristiyanto mengaku berkontemplasi di Perpustakaan Habibie-Ainun, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/2). Hasto memang dipanggil untuk mengisi diskusi yang digelar Forum Dialog Nusantara (FDN).

Hasto sengaja datang lebih awal untuk sejenak berkontemplasi terhadap apa yang terjadi di Wisma Habibie-Ainun tersebut.

BACA JUGA: Anies Pakai Kaus Bertuliskan Kutipan Bijak BJ Habibie saat Bertemu Petani

Hal ini diuraikan Hasto saat berbicara di diskusi "Pilpres dan Memulihkan Distorsi Kompetisi Menjadi Kompromi" yang digelar FDN di Kuningan, Jakarta, Rabu (7/2).

“Dalam kontemplasi tersebut, saya teringat buku Detik-detik Yang Menentukan karya Pak Habibie, khususnya ketika dalam situasi kritis menjelang Pengumuman Kabinet Reformasi Pembangunan, Pak Habibie menerima informasi adanya gerakan Pasukan Kostrad yang tanpa sepengetahuan Panglima ABRI saat itu, Jenderal Wiranto. Gerakan pasukan itu tidak hanya bentuk dis-obbidience. Terlebih hal itu berkaitan dengan keamanan Pak Habibie dan keluarga," sebut Hasto.

BACA JUGA: Rembuk Ide Habibie Center: Anies Gagas Terobosan Brilian Atasi Krisis Iklim

Atas dasar laporan tersebut, sejarah mencatat Presiden Habibie mengambil keputusan untuk memecat Pangkrostrad saat itu, yakni Prabowo Subianto.

“Sebelum matahari terbenam, Pangkostrad harus diganti dan penggantinya diserahkan pada Panglima ABRI," ujar Hasto mengutip buku Habibie.

BACA JUGA: Dewan Pakar Habibie Center: KPK Harus Bekerja Keras Wujudkan Pemilu Bersih

Menurut Hasto, pelajaran terpenting dari cerita di atas menunjukkan bahwa political dis-obidience itu berkaitan dengan karakter tentang bagaimana seseorang memancing di air keruh.

“Dalam situasi krisis ketika terjadi krisis moneter, ekonomi, sosial, dan politik, sejarah mencatat bagaimana Pak Prabowo justru mencoba mengambil kesempatan. Untung Presiden Habibie mengambil sikap tegas, bukannya melantik Prabowo sebagai KSAD sebagaimana diusulkan oleh Jenderal Besar AH Nasution, sebaliknya Prabowo diberhentikan dan pada saat bersamaan gerakan pasukan ABRI secara liar langsung ditertibkan," sebut Hasto.

Untuk diketahui, Ketua Dewan Penasihat FDN Ilham Akbar Habibie menjadi tuan rumah diskusi dengan mengundang perwakilan tim pemenangan dari ketiga pasangan calon presiden menyoroti situasi jelang Pilpres 2024. (tan/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua MPR Bamsoet Matangkan Rencana Bangun Museum Mobil Koleksi BJ Habibie di TMII


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler