Di Saat Pandemi Corona, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Kamis, 02 April 2020 – 13:35 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi di Pantai Widarapayung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Foto: ANTARA/Sumarwoto

jpnn.com, CILACAP - BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Berdasarkan analisis kami, tinggi gelombang di perairan selatan Jabar hingga DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY berpeluang mencapai kisaran 2,5 sampai empat meter dan masuk kategori tinggi," kata analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan, Kamis (2/4).

BACA JUGA: BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Ia mengatakan, peningkatan kecepatan angin di atas permukaan laut yang diprakirakan mencapai kisaran lima sampai 25 knot dari arah barat daya-barat laut memicu gelombang tinggi di wilayah perairan tersebut.

Masih banyaknya daerah pusat tekanan rendah di belahan bumi selatan, menurut dia, juga mempengaruhi kondisi gelombang di wilayah perairan itu.

BACA JUGA: BMKG Imbau Warga DKI Jakarta Siapkan Payung Sebelum Bepergian

Gelombang tinggi berpotensi menyambangi perairan selatan Jabar-DIY hingga 3 April 2020.

"Oleh karena itu, kami mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Jabar-DIY dan Samudra Hindia selatan Jabar-DIY yang berlaku hingga tanggal 3 April 2020 dan akan diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut," kata Rendi.

Rendi mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis BMKG Ahmad Yani Semarang pada tanggal 2-4 April 2020 wilayah Jawa Tengah berpotensi menghadapi cuaca ekstrem.

Menurut dia, hal itu terjadi karena Madden Jullian Oscillation (MJO) pada tanggal 31 Maret 2020 berada di kuadran 4 (Maritime Continent) yang mengindikasikan kontribusi MJO terhadap aktivitas konvektif di Indonesia terutama di wilayah Indonesia bagian tengah.

Dari model filter MJO tanggal 1 April 2020 secara spasial, gangguan MJO antara lain terjadi di wilayah Laut Jawa. Wilayah Jawa Tengah memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang/kuat.

"BMKG Ahmad Yani terus memantau pengaruh-pengaruh tersebut terhadap potensi peningkatan pertumbuhan awan-awan konvektif yang menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kadang disertai petir dan angin kencang," kata Rendi.

Menurut dia, wilayah yang berpotensi menghadapi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 2 April 2020 terdiri atas Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Purworejo, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kabupaten Brebes, Blora, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri.

Pada 3 April 2020, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Purworejo, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kabupaten Brebes, Purwodadi, Kudus, Pati, Kota Semarang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri.

Selanjutnya, tanggal 4 April 2020, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Purworejo, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kabupaten Brebes, Blora, Purwodadi, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri.

"Mencermati kondisi tersebut, masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis berupa angin kencang, petir, banjir, banjir bandang, dan tanah longsor," kata Rendi. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
BMKG   Cuaca Ekstrem   Jabar   Jateng   DIY  

Terpopuler