Di Tengah Bayang Inflasi, Gaikindo Target Penjualan Mobil Baru Tahun Ini Tercapai

Senin, 10 Oktober 2022 – 22:17 WIB
Ilustrasi penjualan mobil baru. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Aprillio Akbar)

jpnn.com, JAKARTA - Di tengah bayang-bayang inflasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimistis target penjualan mobil baru secara nasional sebanyak 900.000 unit sepanjang 2022 bisa tercapai.

"Dengan kondisi sekarang kami harapkan bisa terpenuhi proyeksi yang sudah ditentukan di awal. Kami masih ada waktu tiga bulan lagi," ujar Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara saat dihubungi ANTARA, Senin.

BACA JUGA: Gaikindo Optimistis Penjualan Mobil Baru Tak Terpengaruh Kenaikan Harga BBM

Menurut Kukuh, saat ini memang terjadi lonjakan inflasi di Indonesia, yakni sebesar 5,95 persen.

Namun, hal tersebut dinilai masih tergolong rendah dibanding negara lain, seperti Amerika Serikat sebesar 8,3 persen, Inggris 9,9 persen, maupun Rusia 14,3 persen.

BACA JUGA: Penjualan Mobil Baru Selama 2021 Meningkat, Sebegini Target Gaikindo Tahun Ini

Selain itu, dia mengatakan bahwa harga komoditi juga masih tergolong terkendali sehingga pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih di atas 5 persen pada kuartal II 2022.

"Nah itu membantu penjualan mobil nasional cukup baik," ucap Kukuh.

BACA JUGA: Cara Mudah, Cepat, dan Aman Beli Mobil Baru di GIIAS 2022

Gaikindo, menurut dia, juga terus menggelar pameran otomotif Gaikindo International Indonesia Auto Show (GIIAS) di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.

Dalam pameran tersebut, para agen pemegang merek yang merupakan anggota Gaikindo menghadirkan beragam promo menarik sehingga mampu mendongkrak penjualan kendaraan baru di tanah air.

Pembangunan infrastruktur jalan yang terus digenjot pemerintah serta makin berkembangnya bisnis di sektor logistik juga dinilai Kukuh menjadi faktor lain yang membuat penjualan kendaraan baru tetap tinggi.

"Adanya e-commerce ini meningkatkan mobilitas barang akhirnya banyak orang pesan, sehingga ini mendorong penjualan kendaraan bermotor terutama roda empat untuk keperluan logistik," ujar dia.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil periode Januari sampai Agustus 2022 sebesar 658.232 unit, naik 21,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 543.424 unit.

Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Pasaribu menilai terdapat beberapa faktor yang bisa mendorong penjualan kendaraan tetap tinggi di tengah lonjakan inflasi.

Satu di antaranya kehadiran kendaraan baru yang dilengkapi fitur inovatif.

Dia mengatakan hadirnya teknologi baru makin berperan penting dalam industri otomotif dan memiliki dampak signifikan pada permintaan pasar dan penjualan kendaraan.

"Mobil yang dilengkapi dengan interface digital yang membuat mengemudi lebih nyaman dan dapat melayani kebutuhan hiburan serta komunikasi penggunanya menjadi unsur yang semakin menarik bagi mayoritas pengguna," ucap Yannes.

Selain itu, ketersediaan komponen yang berkualitas serta terjaminnya layanan perawatan dan suku cadang juga dipandang dapat mendorong penjualan, baik di kota besar maupun di wilayah pelosok.

"Pembeli akan mempertimbangkan untuk membeli atau menunda pembelian atau beralih ke merek lain, jika pembeli sulit mendapatkan servis dan suku cadang," pungkas Yannes. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Di GIIAS 2022, DFSK Bawa Kejutan Mobil Baru dan Promo Merdeka


Redaktur & Reporter : M. Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler