Di Tiket Rp 75 Ribu, Bayarnya Rp 200 Ribu

Sabtu, 02 Juli 2016 – 21:33 WIB
Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA--‎Harga tiket bus dari Jakarta ke Pekalongan melonjak sekitar 150 persen. Kenaikan ini menjadi hal lumrah setiap tahun lantaran jumlah penumpang membludak.

Imbauan pemerintah untuk tidak menaikkan harga tiket setingginya, hanya dianggap sambil lalu oleh para sopir. "Ini kami di tiket ditulis Rp 75 ribu, tapi kalau sudah tengah jalan diminta lagi Rp 125 ribu jadi jumlahnya Rp 200 ribu sekali jalan," kata Lestari, pemudik asal Pekalongan kepada JPNN, Sabtu (2/7).

BACA JUGA: Antrean Mengular Panjang, Dirut ASDP Minta Maaf

Menurut gadis berusi 21 tahun ini,‎ para sopir biasanya menarik dana tambahan bila sudah lewat Jakarta. Para sopir beralasan karena macet dananya ditarik dua kali lipat.

"Katanya mereka rugi kalau cuma Rp 75 ribu. Kalau lagi macet begini kan bisa dua hari di jalan. Apalagi bus di macet begini tidak bisa nyelip," terangnya.

BACA JUGA: Seskoal Gelar Mudik Lebaran Bersama

Meski harga tiketnya melambung, Lestari dan rekan-rekannya sesama asisten rumah tangga (ART) tetap pulang kampung ke Pekalongan untuk berlebaran bersama keluarganya. "Ya ndak apa-apa, namanya setahun sekali mudik," ujar Tari, sapaan akrabnya tertawa. (esy/jpnn)

BACA JUGA: Tol Tangerang-Merak Padat Merayap dari KM 97

BACA ARTIKEL LAINNYA... CRV Seruduk Pick Up, Cipali Macet 1 Km


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler