Dicurigai Hanya Bidik Pejabat Tertentu

Pengamat Ingatkan Pansus Century yang Dinilai Sudah Salah Arah

Minggu, 13 Desember 2009 – 16:30 WIB
JAKARTA - Pengamat politik dari Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya menilai Panitia Khusus (Pansus) Angket Century sudah mulai salah arah"Mencermati perkembangan kasus century ini, kita menemukan beberapa kejanggalan yang berpotensi membelokkan tujuan utama dibentuknya Pansus Century yakni mengusut aliran dana," kata Yunarto, di Jakarta, Minggu (13/12).
 
Pansus ujarnya, terlihat sekali fokus pada pembuktian terjadinya penyalahgunaan wewenang dari pejabat tertentu

BACA JUGA: Senin, Jemaah Gelombang Kedua Mulai Pulang

Bahkan salah seorang anggota Tim 9 sudah berani menyebutkan nama Sri Mulyani dan Boediono yang dianggap telah membuat kewenangan melawan hukum dan tidak diikuti adanya keinginan Pansus untuk mengusut aliran dana dari Bank Century ini kepada pihak-pihak tertentu.
 
"Padahal pembuktian mengenai dugaan penyalahgunaan wewenang ini juga harus diikuti dengan motif dalam pengambilan kebijakan tersebut
Pertanyaannya kemudian, apakah mungkin seorang Sri Mulyani dan Boediono membuat kebijakan kontroversial tersebut hanya untuk memenuhi kepentingan pribadinya?" tanya Yunarto.
 
Apakah tidak lebih masuk akal bahwa mereka (Sri Mulyani dan Boediono) hanya diperalat oleh suatu kekuatan lain yang lebih besar?

BACA JUGA: Sebagian Jemaah Sudah Kembali, 247 Wafat

"Dan pertanyaan-pertanyaan seperti ini hanya bisa dijawab apabila Pansus juga masuk ke dalam proses pembuktian mengenai adanya aliran dana yang masuk ke dalam kantong-kantong tertentu," imbuhnya.
 
Menurut Yunarto, dari awal konflik elit lebih terasa kental dalam perjalanan kasus century ini
Ini bermula dari masuknya nama Idrus Marham yang dicurigai merupakan hasil kompromi antara koalisi pendukung dengan pihak penguasa

BACA JUGA: Andrinof: Pers Belum Berikan yang Terbaik

Nuansa ini semakin diperkuat dengan perang statement di media massa antara Sri Mulyani dengan Aburizal Bakrie dan beberapa petinggi Golkar lainnya.
 
Aroma "kuning", tegasnya, sudah terlalu tercium menyengat dalam kasus Century ini"Sepertinya kasus century ini memang telah menjadi medium bagi beberapa elite untuk menyelipkan kepentingan pribadinyaDalam kondisi seperti ini rentan sekali terjadi kompromi diantara elite-elite tersebut dengan pihak penguasa yang akhirnya mengorbankan visi dan misi pembentukan Pansus Century.
 
Yang lebih memprihatinkan kita, beberapa anggota PANSUS berlomba-lomba menjadi media darling dibanding bekerja menjadi kesatuan tim dalam pansus tersebutMereka pada akhirnya terlihat sekali reaktif tiap kali menemukan bukti baru yang seharusnya didalami terlebih dahulu"Hal ini bisa menjadi kontraproduktif bagi pembentukan image pansus di mata publikPansus akan terlihat subyektif dan amatir dihadapan publik apabila terlalu banyak memberikan statement yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.
 
Bahkan beberapa statement yang terlalu reaktif ini seringkali membingungkan masyarakat mengenai substansi dari kasus century iniDan kebingungan ini bukan tidak mungkin malah akan berujung pada apatisme publik sendiri kepada kasus ini, ungkap Yunarto Wijaya(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ferry: Jangan Ada Agenda Terselubung di Pansus


Redaktur : Auri Jaya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler