Dijegal Uni Eropa, Sawit Indonesia Malah Makin Perkasa

Kamis, 14 Januari 2021 – 05:22 WIB
Buah kelapa sawit. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Meski dihalang-halangi Uni Eropa, sawit Indonesia tetap membanjiri negara-negara di kawasan tersebut. Bahkan, ekspor sawit Indonesia ke negara anggota Uni Eropa mengalami peningkatan di 2020. 

"Perdagangan kita turun cukup signifikan, yakni 11 persen dalam sepuluh bulan pertama 2020--dan itu dapat dipahami (terkait situasi krisis COVID-19, red)," kata Duta Besar EU untuk Indonesia Vincent Piket dalam pemaparan media secara virtual, Rabu (13/1).

BACA JUGA: 66 Lansia Positif Covid-19 Dievakuasi dari Cengkareng ke Duren Sawit

"Indonesia bertahan surplus kebanyakan berkat keberhasilan negara ini dalam ekspor minyak kelapa sawit ke EU, yang faktanya naik sebesar tak kurang dari 27 persen secara nilai, dan 10 persen secara volume," ujar Piket menjelaskan.

Perdagangan Indonesia-EU diwarnai perselisihan soal minyak kelapa sawit pada 2019, setelah blok itu membuat kebijakan Renewable Energy Directive II (RED II) dan Delegated Regulation yang disebut akan dapat membatasi akses masuk produk-produk bahan bakar hayati yang dinilai tidak bersifat ramah lingkungan dan berkelanjutan (unsustainable crop based biofuels), termasuk minyak sawit.

BACA JUGA: Industri Sawit Indonesia Makin Kuat Pasca-PMK Nomor 191/2020

Namun demikian, dalam Pertemuan ke-23 Tingkat Menteri ASEAN-EU awal Desember tahun lalu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kembali meminta Uni Eropa untuk memperlakukan produk kelapa sawit Indonesia dengan adil.

"Indonesia tidak mengorbankan kelestarian lingkungan hanya untuk mengejar pembangunan ekonomi," kata Retno, dikutip dari keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI, 1 Desember 2020.

BACA JUGA: Ujang Susanto Tewas Kena Egrek Sawit, Kondisi Mengenaskan

Sebelumnya, Indonesia telah menyampaikan gugatan mengenai isu kelapa sawit kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), 9 Desember 2019--dan prosesnya masih berjalan hingga sekarang.

Sementara dalam pernyataan pers awal tahun ini, Dubes Piket menyebut bahwa kenaikan angka ekspor minyak kelapa sawit di atas adalah "suatu bukti yang sangat jelas bahwa pintu EU masih terbuka bagi komoditas alam Indonesia dan juga minyak kelapa sawit." (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler