Dilengkapi Peralatan Mumpuni, KRI RE Martadinata-331 Sudah Bergerak ke Timur

Minggu, 08 Agustus 2021 – 13:33 WIB
Seorang prajurit TNI AL mengarahkan saat KRI Raden Eddy Martadinata-331 tiba di dermaga TNI AL Tawiri, Ambon, Provinsi Maluku, Minggu (8/8/2021). Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro

jpnn.com, AMBON - Kapal perang milik TNI AL, KRI Raden Eddy Martadinata-331, menggelar operasi pengamanan perbatasan wilayah Indonesia Timur, yang akan dimulai dari perairan Maluku.

Kapal perang itu, Sabtu (7/8) pagi, sudah tiba di Ambon dan bersandar di dermaga TNI AL Tawiri.

BACA JUGA: Lihat nih Kapal Perang TNI AL yang Baru, Asli Buatan Dalam Negeri

KRI RE Martadinata-331 masuk ke perairan Teluk Ambon saat kondisi cuaca hujan deras disertai angin, meski begitu proses sandar berjalan dengan mulus.

"Secara umum kami akan laksanakan operasi pengamanan perairan Indonesia di perbatasan dengan negara tetangga," kata Komandan KRI Raden Eddy Martadinata-331, Kolonel Laut (P) Rasyid Al Hafiz, di Ambon, Sabtu.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Ada Nama Baru di Kasus Keluarga Akidi Tio, Panglima TNI Perintahkan Babinsa Segera Lacak, Arief Poyuono Tantang DPR

Kapal perang ini mengambil nama Raden Eddy Martadinata, seorang perwira tinggi TNI AL kelahiran Priangan yang menjadi kepala staf TNI AL periode 1957-1966.

Nama jabatan itu diubah Presiden Soekarno menjadi Menteri/Panglima Angkatan Laut.

BACA JUGA: Ada Lagi Bonus untuk Greysia/Apriyani, Kali Ini Apartemen, Sebegini Harganya, Ginting Mendapat Uang

Hafiz mengatakan, ini adalah kali kedua KRI Raden Eddy Martadinata-331 bersandar di Ambon, setelah sebelumnya pada 2018.

Kapal perang itu akan mengisi bahan bakar dan perbekalan lain, kemudian operasi pengamanan perbatasan selama dua bulan mulai dari perairan Maluku hingga Papua yang berbatasan dengan negara tetangga.

Hafiz menjelaskan KRI RE Martadinata-331 merupakan kapal perang kebanggaan Indonesia dan usianya juga relatif muda, yakni empat tahun.

Kapal itu dilengkapi peralatan yang mumpuni dan diawaki prajurit TNI AL terpilih.

Menurut dia, KRI Raden Eddy Martadinta-331 adalah kapal jenis fregat yang menerapkan teknologi SIGMA hasil kerja sama dengan galangan kapal Damen Schelde, Belanda.

Salah satu teknologi yang diterapkan di kapal fregat itu adalah teknologi penyulit deteksi radar.

"Kapal ini jenis fregat SIGMA yang didesain untuk sulit dideteksi radar lawan, bisa dilihat banyak geometris segitiga runcingnya," kata dia.

Kapal dengan panjang 105 meter dan lebar 14 meter itu menjadi kapal yang lebih besar dibandingkan dengan kapal perang berteknologi SIGMA sebelumnya yang jenis korvet.

Selain itu, ia mengatakan KRI Raden Eddy Martadinata-331 juga didesain bisa bertahan di kondisi gelombang hingga tingkat kelima sehingga sangat mampu bertahan untuk operasi di tengah Laut Banda dan Laut Aru yang kini sedang gelombang besar.

Dan yang juga membanggakan, lanjutnya, KRI REM 331 merupakan kapal perang produksi terbaik dari PT PAL Indonesia (Persero).

Berdasarkan data Kementerian Pertahanan, KRI Raden Eddy Martadinata-331 merupakan kapal PKR SIGMA 10514 pertama yang dibangun di galangan PT PAL Indonesia bekerjasama dengan perusahaan kapal Belanda yang bekerja sama dengan Damen Schelde.

KRI Raden Eddy Martadinata-331 adalah kapal kelima yang menerapkan teknologi SIGMA dengan kecepatan maksimal 28 knot dan didesain multi misi perang, termasuk perang kapal atas dan bawah air hingga perang elektronika. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler