Dilirik Investor, Sriwijaya FC Segera Go International

Rabu, 12 September 2018 – 10:54 WIB
Suporter Sriwijaya FC. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, PALEMBANG - Sriwijaya FC mencoba move on dari permasalahan yang mendera tim. PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub tengah berusaha membangun citra positif.

Perbaikan dilakukan di seluruh lini. Tangan dingin H Muddai Madang sebagai pelaksana tugas (Plt) direktur utama PT SOM saat ini telah berhasil mengangkat kondisi psikologis Yu Hyun Koo dkk.

BACA JUGA: Persib vs Arema FC: Menanti Gebrakan Konate Hadapi Mantan

Tak ada lagi tunggakan gaji, sehingga para pemain bisa merumput tanpa beban.

Namun, seperti diprediksi sebelumnya. Pergantian gubernur memang memberi dampak bagi Sriwijaya FC. Dibawah komando Muddai, transisi diharapkan berjalan dengan mulus.

BACA JUGA: Ini Pernyataan Djanur Usai Persebaya Kalah Dari PS Tira

Apalagi, dia telah menegaskan akan segera menemui gubernur terpilih, H Herman Deru usai dilantik.

“Kami (PT SOM) akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan gubernur terpilih, Pak Herman Deru,” tegasnya.

BACA JUGA: Sriwijaya FC Keok di Kandang Persipura Jayapura

Tujuannya, untuk menghindarkan Sriwijaya FC dari polemik yang dianggap sengaja dimunculkan oknum. Menurutnya, manajemen membawa membawa Laskar Wong Kito FC ke arah yang semakin baik dan profesional.

Menghindarkan tim sepakbola ini dari kepentingan politik merupakan salah satunya. Oleh karena itu, di masa pilkada lalu, Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza yang juga calon gubernur, tidak memanfaatkan tim sebagai lahan kampanye.

Begitu pula ke depan. Menurut Muddai siapapun gubernurnya, Sriwijaya FC harus tetap berada di levelnya.

“Karena itu, mari bersama-sama mengembangkan Sriwijaya FC ke arah yang lebih baik tentunya,” lanjut Muddai.

Kisruh kepemilikan saham memang sempat mencuat. Menjadi polemik karena gubernur seperti dianggap tak punya kewenangan untuk mengganti jajaran PT SOM dan Sriwijaya FC.

Padahal, menurut Muddai, Pemprov setelah era APBD 2010 telah menunjuk Yayasan Sekolah Sepakbola yang saat itu dikelola Sofyan Rebuin bergabung dengan tiga pemegang saham yakni Muddai Madang, Bakti Setiawan, dan H Much Bariyadi untuk membentuk PT SOM.

Sejak itulah, perusahaan berusaha mencari benefit sendiri dan berkembang sampai saat ini. “Jadi sambil menunggu pergantian gubernur, sebelum kita bertemu dan melaporkan apa yang sudah dicapai, apa yang akan dicapai, kita perbaiki dulu,” kata Muddai.

Dia menganalogikan sebuah bus. Di mana nantinya gubernur terpilih, Herman Deru tidak akan memikirkan Sriwijaya FC sebagai sebuah beban.

Saat ini, Sriwijaya FC sedang dilirik investor. Muddai menyebut, antara PT SOM dan calon investor tersebut bahkan telah terjalin kesepakatan secara lisan.

Kesepakatan ini bertujuan untuk semakin memajukan dan mengembangkan unit-unit ekonomi yang dimiliki oleh Sriwijaya FC. Berkaca dengan klub-klub besar dunia, dimana stadion menjadi magnet ekonomi tinggi bagi sebuah klub sepakbola.

“Selain tribun penonton lengkap dengan booth penjualan merchandise, akan dibuatkan juga kafe. Bukan tidak mungkin museum prestasi yang telah kita capai sejak 2004 dulu,” ungkapnya.

Nah, semua itu, kata Muddai bisa dilakukan dalam satu visi yang sama kedepan. Investasi akan sangat bergantung dengan kondisi klub yang stabil.

“Karena itu, kami yakin akan mendapat dukungan yang baik dari gubernur Sumsel yang baru nanti, dan Sriwijaya FC ke depan akan semakin baik lagi,” tukasnya.(aja/fad/ce1)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Akhirnya PSMS Medan Punya Bus Baru


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler