Diperiksa Prajurit TNI, Wanita Filipina Pura-Pura Bisu

Minggu, 01 April 2018 – 07:43 WIB
AMANKAN. Ketiga orang ini ketika diamankan prajurit Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas, Jumat (30/3). Foto: Satgas Pamtas for Rakyat Kalbar/JPNN

jpnn.com, SANGGAU - Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 642/Kapuas menciduk wanita asal Filipina bernama Michelle Reyes Panuncillon (30) di Jalan Lintas Negara Malindo, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (30/3).

Panuncillon ditangkap bersama kekasihnya, Estu Wanda, dan temannya, Sidik, dalam perjalanan menuju Pontianak.

BACA JUGA: CPNS Pengganti Sudah Terima SK Pengangkatan

Pasi Intel Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas, Lettu Inf Andri Putra Situmorang menerangkan, ketiga orang itu masuk wilayah Indonesia dari Sarawak, Malaysia tanpa melewati pemeriksaan keimigrasian di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.

"Mereka lewat jalan tikus di dekat patok G 131," kata Andri dalam keterangan tertulis kepada Rakyat Kalbar, Sabtu (31/3).

BACA JUGA: Berkutat Usulan Formasi, Pendaftaran CPNS 2018 Belum Jelas

Andri menjelaskan, penangkapan dua WNI dan satu WNA ini berawal dari pengecekan rutin jalur jalan tikus di sekitaran kompleks Patoka yang sering dijadikan tempat pelolosan barang ilegal, Jumat (30/3).

Usai mengecek, Andri kembali ke Pos Kotis. Namun, di perjalanan pulang, dia melihat mobil jenis Toyota Kijang Innova warna hitam yang mencurigakan.

BACA JUGA: Razia, Dinkes Temukan Cacing Hidup di Dalam Ikan Kaleng

Mobil berpelat KB 799 AS itu akan berangkat menuju Pontianak. Andri lantas menghubungi personel Satgas Pamtas di Pos Kotis untuk memeriksa kendaraan itu.

"Saya bersama anggota jaga terus melakukan pengembangan. Waktu kami interogasi, penumpang dan sopir menunjukkan sikap aneh," kata Andri.

Dia menambahkan, Estu mengklaim Panuncillon adalah istrinya. Namun, Panuncillon hanya terdiam.

Andri lantas bertanya langsung kepada perempuan itu. Akan tetapi, Panuncillon hanya diam.

Estu kemudian menyampaikan kepada petugas bahwa istrinya bisu.

Andri kemudian meminta ketiganya mengeluarkan paspor dan KTP.

Namun, Panuncillon tidak bisa menunjukkan paspor. Dia justru mengeluarkan I-KAD.

"Saat itulah diketahui perempuan yang bersama Estu Wanda ini berkewarganegaraan Filipina dan sengaja disuruh pura-pura bisu untuk mengelabui anggota yang sedang melakukan pemeriksaan di pos penjagaan," ujar Andri.

Dari pengakuan Sidik, sambung Andri, mereka dibawa oleh orang tak dikenal dari pangkalan bus Tebedu ke pos keamanan PLBN Entikong.

 Dari situ, ketiganya naik ojek ke rumah salah seorang warga berinisial S.

"Sampai di rumah S mereka ketemu sopir yang akan membawa mereka berangkat ke Pontianak. Ketiganya saat ini sudah kami serahkan ke pihak Imigrasi Entikong untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut," tegas Andri. (oxa)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi: 20 ABK Tanker Terbakar di Balikpapan Warga Tiongkok


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler