Diperkosa Tetangga di Depan Anak yang Masih Balita

Sabtu, 19 April 2014 – 21:32 WIB

jpnn.com - TARAKAN - Kisah memilukan dialami Rs (24), warga Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur. Perempuan itu diperkosa di depan dua balitanya. Mirisnya lagi, pemerkosa adalah tetangga Rs, berinisial Ar (35).

Pemerkosaan terjadi Kamis malam (17/4) sekitar pukul 23.00 Wita di areal pertambakan, daerah Sungai Bara. Rs bersama suami dan kedua anaknya tinggal di pondok menjaga tambak. Demikian pula dengan Ar yang pondoknya tidak berjauhan.

BACA JUGA: Pimpinan DPRD Mamuju Ditangkap karena Kasus Narkoba?

Malam itu, Rs tinggal berdua dengan balitanya, masing-masing berusia 4 tahun dan 2 tahun. Suaminya pergi memanen udang di tambak. Saat meninggalkan pondok, suami Rs lupa mengunci pintunya. Melihat celah itu, pelaku diam-diam memasuki pondok korban.

Rs yang berada di kamar terkejut. Ia langsung meminta pelaku keluar. Bukannya keluar, Ar melucuti celana korban. Dengan tenaga yang tidak sebanding, perlawanan yang dilakukan Rs tidak berhasil. Ar memerkosanya.

BACA JUGA: Ada Judi Sabung Ayam Dekat Rujab Kapolda

Kedua anaknya yang tadinya tertidur pulas bangun menangis melihat Ar memerkosa ibunya. Namun, Ar tidak menghiraukan. Pelaku malah sempat  mengancam membunuh kedua balita itu.

"Anak saya juga diancam dibunuh kalau menangis terus," kata Rs di sela menjalani visum di RSUD Tarakan, Jumat malam (18/4).

BACA JUGA: Pecatan PNS Edarkan Upal

Di tengah-tengah pergumulan itu, tiba-tiba terdengar suara perahu mesin ketiting yang datang. Pelaku langsung kalang-kabut berlarian, lantaran menduga itu suara perahu milik suami korban yang sudah pulang dari memanen tambak.

"Langsung lari dia, pas dengar suami saya sudah pulang," terangnya

Suaminya yang belum mengetahui istrinya diperkosa memanggil untuk membantu menaikkan mesin perahunya. Namun menjumpai istrinya di pondok yang berantakan, membuat sang suami heran. Terlebih lagi mendengarkan suara jeritan kedua anaknya yang masih menangis histeris.

Suami Rs langsung bertanya, "Kenapa bengkak mata Mak?" ucap Rs meniru ucapan suaminya.

Ia kemudian memberitahukan apa yang baru saja terjadi pada suaminya. Suami Rs marah bukan kepalang setelah mendengar pengakuan istrinya yang baru saja diperkosa oleh Ar yang tak lain temannya sendiri.

Malam itu juga dia hendak mencari pelaku, namun tidak ketemu. Hingga akhirnya, Jumat pagi (18/4) korban didampingi suaminya melapor ke Polres Tarakan.

Kasubbag Humas Ipda Kamson Sitanggang menyampaikan, setelah mendapatkan laporan itu, polisi langsung mencari Ar. Hari itu juga pelaku berhasil ditemukan. Menurut pengakuan AR yang kini telah menjadi tersangka, saat itu dia meloroti celana korban menggunakan kaki. Karena melihat korban terus berteriak, tersangka lalu mengancam korban dengan parang.  

“Saat itu juga tersangka langsung mengambil sebilah parang yang ada di dalam pondok, dan langsung diacungkan ke korban. Tersangka juga mengatakan akan membunuh korban kalau tidak mau memenuhi kemauan tersangka,” ungkap Sitanggang menirukan pengakuan tersangka.

“Satuan Buser Satreksrim Polres Tarakan tidak sampai 24 jam, menjemput pelaku di areal tambak dan langsung diamankan beserta barang bukti berupa sebilah parang yang digunakan untuk mengancam korban,” imbuhnya.

Kepada penyidik, Ar  mengaku mengenal Rs sebulan yang lalu. Kebetulan pondoknya berdekatan dan hanya berjarak setengah kilometer.

“Kebetulan juga tersangka dan suami korban sudah saling kenal karena bekerja di pemilik tambak yang sama. Tersangka juga mengaku sudah kurang lebih satu minggu, berniat untuk menyetubuhi korban. Namun baru mendapat waktu yang pas saat suaminya masuk tambak, hingga akhirnya memerkosa korban,” bebernya.(rin/nn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ditinggal Sarapan, Rumah Kebobolan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler